Meski Pendapatan Naik, Laba Emiten yang Sahamnya Dipegang Low Tuck Kwong (MYOH) Ini justru Turun
JAKARTA, investortrust.id – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) catatkan penurunan laba periode berjalan dari US$ 8,29 juta menjadi US$ 5,58 juta. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru naik.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/9/2024), pendapatan emiten yang sahamnya juga dipegang Low Tuck Kwong, pengendali PT Bayan Resourses Tbk (BYAN), ini meningkat dari US$ 60,23 juta menjadi US$ 84,36 juta.
Baca Juga
Laba Emiten Low Tuck Kwong (MYOH) Tumbuh 31% Jadi Rp 281 Miliar Tahun 2023
Peningkatan pendapatan bersamaan dengan terjaganya biaya pokok pendapatan menjadikan laba bruto samindo (MYOH) meningkat menjadi US$ 17,27 juta pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 8,96 juta.
Meski demikian, perseroan mencatatkan kenaikan pesat beban umum dan administrasi, kenaikan biaya keuangan, dan rugi kurs jumbo, sehingga memicu laba sebelum pajak penghasilan turun dari US$ 9,63 juta menjadi US$ 8,22 juta.
Baca Juga
Samindo (MYOH) Kucurkan Pinjaman Rp 100 Miliar ke Transkon (TRJA)
Samindo Resources (MYOH) juga mencatatkan penurunan total aset dari US$ 236,71 juta menjadi US$ 219,81 juta. Total liabilitas turun dari US$ 69,50 juta menjadi US$ 55,07 juta. Sedangkan total ekuitas turun dari US$ 236,71 juta menjadi US$ 219,81 juta.
Samindo merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan asal Korea Selatan, yaitu ST International dengan kepemilikan 59,003% saham. Sisanya dimiliki Low Tuck Kwong sebanyak 14,18% saham, Sucor Asset Management 10,08%, dan masyarakat 16,71%.
Grafik Saham MYOH

