Emiten Afiliasi Low Tuck Kwong (MYOH) Bukukan Penurunan Laba di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Samindo Resources Tbk (MYOH), perusahaan affiliasi Low Tuck Kwong pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), mencatatkan penurunan laba tahun berjalan menjadi US$ 14,99 juta pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 16,19 juta.
Manajemen MYOH dalam rilis laporan kinerja keuangn di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/3/2026), menyebutkan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan menjadi US$ 163,97 juta pada 2025, dibandingkan tahun 2024 mencapai US$ 179,55 juta.
Baca Juga
Emiten Low Tuck Kwong (MYOH) Dirikan Anak Usaha, Tujuan Ini Diungkap
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan pendapatan dari segmen bisnis batu bara dari US$ 96,20 juta menjadi US$ 88,18 juta akibat penurunan volume overburden menjadi 2,5 juta bcm. Penurunan juga dipicu pelemahan kinerja pengangkutan batu bara dari US$ 43,49 juta menjadi US$ 43,08 juta.
Perseroan juga mencatatkan penurunan pendapatan dari segmen bisnis rental kendaraan dan yang lainnya dari US$ 39,85 juta menjadi US$ 32,69 juta. Penurunan juga dipengaruhi atas pelemahan rata-rata harga jual batu bara sepanjang tahun 2025.
Sebelumnya, Samindo (MYOH), resmi mendirikan anak perusahaan baru sebagai bagian dari upaya diversifikasi usaha perseroan. Perseroan bersama PT Trasindo Murni Perkasa (TMP) telah membentuk anak usaha baru bernama PT Sentra Terra Indonesia (STI).
Baca Juga
Analis Kompak Rekomendasikan ‘Buy’ Saham GoTo (GOTO), Target Harga Rata-Rata Rp 102
Dalam keterangannya, disebutkan bahwa STI akan melakukan kegiatan usaha di bidang real estat, konstruksi, penyediaan makanan dan minuman, serta aktivitas penunjang lainnya. Kehadiran anak usaha ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan lini bisnis baru di luar kegiatan usaha utama Perseroan.
Dari sisi struktur permodalan, Samindo Resources menguasai sebanyak 2.697.300 saham atau setara 99,9% dengan nilai nominal Rp 269,73 miliar. Sementara itu, PT Trasindo Murni Perkasa memiliki 2.700 saham atau 0,1% dengan nilai nominal Rp 0,27 miliar. Dengan demikian, total saham yang ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebanyak 2.700.000 saham dengan nilai nominal Rp 270 miliar.

