4 Saham Emiten Prajogo Pangestu Terkoreksi, Market Cap BREN ke Bawah Rp 1.000 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Empat saham emiten Prajogo Pangestu kembali mencatatkan penurunan sepanjang perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/12/2023). Koreksi tersebut menjadikan kapitalisasi pasar PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) turun hingga di bawah Rp 1.000 triliun.
Berdasarkan data BEI, penurunan terdalam saham emiten Prajogo Pangestu dicatatkan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan koreksi Rp 70 (4,08%) menjadi Rp 1.645.
Baca Juga
Hasil Survei 21 Lembaga Jelang Debat Capres: Alarm bagi Ganjar
Penurunan selanjutnya melanda saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencapai Rp 375 (3,50%) menjadi Rp 10,325. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham CUAN menjadi Rp 116,06 triliun.
Begitu juga emiten terbesar milik Prajogo, BREN mencatatkan penurunan harga Rp 200 (2,63%) menjadi Rp 7.400. Penurunan tersebut memicu market cap perusahaan pembangkit listrik panas bumi ini turun menjadi Rp 990,01 triliun.
Penurunan berikutnya melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan koreksi mencapai Rp 60 (1,28%) menjadi Rp 4.640. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham ini mencapai Rp 401,44 triliun.
Baca Juga
Mau Beli Saham GOTO? Ini Target Harganya Setelah Kolaborasi dengan Tiktok
Penurunan saham-saham emiten Prajogo Pangestu yang masuk dalam jajaran emiten berkapitalisasi pasar besar tersebut membuat laju penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (12/12/2023), terbatas hanya 13,83 poin (0,20%) menjadi 7.102,61. IHSG bergerak dalam rentang 7.085,88-7.120,06.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 1,50%, sektor teknologi 1,26%, dan sektor industri. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur 1,10%, sektor kesehatan 0,77%, sektor material dasar 0,61%, sektor energi 0,60%, dan sektor consumer primer 0,39%.

