Emiten Prajogo Pangestu BREN Kembali Geser BBCA di Pucuk Market Cap Terbesar
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada sesi I perdagangan Jumat (26/4/2024) sempat menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di urutan pertama emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.
Kapitalisasi pasar BREN emiten Prajogo Pangestu, alias orang terkaya nomor satu di Indonesia tadi pagi sempat di atas level Rp 1.200 triliun tepatnya Rp 1.227 triliun. Sedangkan emiten bank milik Grup Djarum yang dikuasai duo Hartono BBCA ada di posisi dibawahnya yakni Rp 1.195 triliun.
Namun pada penutupan sesi I Jumat ini, harga saham BREN sedikit berkurang dibanding kenaikan harga tadi pagi. Alhasil posisi pucuk market cap terbesar kembali direbut BBCA.
Tercatat harga saham BREN ditutup naik Rp 425 atau 5,14% ke level Rp 8.700 per lembar dengan market cap Rp 1.163 triliun. Sedangkan harga saham BBCA ditutup turun 50 poin atau 0,51% menjadi Rp 9.725 per lembar. Harga saham BREN sempat berada di level tertingginya pada Rp 9.350 per lembar.
Baca Juga
Sepanjang perdagangan, saham BREN bergerak direntang Rp 8.200 hingga Rp 9.350 per saham. Sebanyak 26,79 juta saham beredar dengan nilai transaksi tercatat sebesar Rp 236,63 miliar.
BREN sempat menyalip kapitalisasi pasar BBCA. Terakhir, BREN mampu menembus kapitalisasi pasar sebesar Rp 1.083 triliun pada 8 Desember lalu, melampaui BBCA yang berada di posisi Rp 1.078 triliun.
Kapitalisasi pasar atau market cap adalah sebuah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat suatu perusahaan. Biasanya para investor menggunakan nilai market cap sebagai indikator untuk mengetahui seberapa besar ukuran perusahaan.
Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memasukkan saham BREN ke daam kategori unusual market activity (UMA). Langkah itu karena saham emiten geothermal milik taipan Prajogo Pangestu itu dianggap mengalami perdagangan harga saham yang tidak wajar.
“Terkait sentimen positif dari market, kami melihat bahwa hal ini merupakan refleksi dari kepercayaan dan apresiasi market terhadap langkah-langkah ekspansif yang dilakukan perusahaan,” kata Direktur dan Corporate Secretary BREN Merly dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Sebagai informasi, Barito Renewables baru mencatatkan sahamnya dengan kode BREN di BEI mulai 9 Oktober 2023. Perseroan menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Rp 780 per saham. Sejak IPO saham BREN kini alhasil sudah terbang nyaris 800%.
Sedangkan bank swasta terbesar di Indonesia BCA menggelar IPO pada 31 Mei 2000 dengan harga awal Rp 1.400 per saham. Karena harganya yang terus naik maka manajemen memutuskan untuk melakukan pemecahan saham atau stock split beberapa kali.

