Emisi Obligasi Tuntas dan Lanjut Rights Issue, Saham Pyridam (PYFA) Cenderung Naik
JAKARTA, investortrust.id –Harga saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) disebut bakal menuju Rp 1.090, seiring tuntasnya penerbitan obligasi berkelanjutan I senilai Rp 400 miliar dan bersiap menuju penerbitan saham baru (rights issue).
Emiten farmasi PYFA sebelumnya telah menuntaskanemisi Obligasi Berkelanjutan I Pyridam Farma Tahap III Tahun 2024 dengan pokok Rp 400 miliar. Surat utang ini bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Pyridam Farma dengan target dana sebesar Rp 1,2 triliun.
Baca Juga
Butuh Tambahan Modal, Pyridam Farma (PYFA) Gelar Rights Issue 10,70 Miliar Saham
Seorang sumber investortrust.id menyebutkan bahwa usai penerbitan obligasi tuntas, PYFA disebut segera meluncurkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). “Momentum ini akan dimanfaatkan pemodal untuk mengerek harga saham PYFA menuju level Rp 1.090,” tuturnya di Jakarta, kemarin.
Saat ini, PYFA tengah menggalang dana melalui rights issue sebanyak 10,70 miliar saham baru. Aksi tersebut ditargetkan tuntas paling lambat akhir April 2024. PYFA akan menggunakan dana raihan HMETD tersebut untuk penguatan struktur permodal perseroan guna pengembangan usaha.
Peluang penguatan harga tersebut didukung rasio HMETD yang besar mencapai 1:20, yaitu setiap pemegang satu saham PYFA berhak suntuk mendapatkan 20 HMETD PYFA. Selain itu perseroan disebut akan menawarkan waran sebagai pemanis bagi pemodal yang mengeksekusi haknya.
Baca Juga
Gara-gara Tensi Geopolitik Global Naik, Prospek Emiten Properti Naik, Kok Bisa?
Berdasarkan data registrasi pemegang saham PYFA, Rejuve Global bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 40,48% saham perseroan. Sisanya dikuasai PT Aldiracita 18,27%, DBS Bank Ltd Sg sebanyak 7,75%, PT Global Investment 5,5%, dan sisanya public mencapai 27,99%.
Hingga September 2023, perseroan membukukan penurunan dalam laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari RP 288,75 miliar menjadi Rp 45,49 miliar.

