Jelang Rights Issue, Saham Pyridam (PYFA) Disebut Menuju Rp 1.600
JAKARTA, investortrust.id –Harga saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) disebut akan dikerek ke level Rp 1.600 sebelum diperolehan surat efektif penerbitan saham baru atau HMETD dalam waktu dekat.
Saat ini, perseroan tengah menggalang dana melalui rights issue sebanyak 10,70 miliar saham baru. Aksi tersebut ditargetkan tuntas paling lambat akhir April 2024.
Baca Juga
Butuh Tambahan Modal, Pyridam Farma (PYFA) Gelar Rights Issue 10,70 Miliar Saham
PYFA akan menggunakan dana raihan HMETD tersebut untuk penguatan struktur permodal perseroan guna pengembangan usaha.
Seorang sumber investortrust.id menyebutkan, beberapa investor sudah mulai mengakumulasi saham PYFA secara perlahan-lahan dengan target harga menuju Rp 1.600. Peluang penguatan harga tersebut didukung rasio HMETD yang besar mencapai 1:20, yaitu setiap pemegang satu saham PYFA berhakn mendapatkan 20 HMETD PYFA.
“Tak hanya itu, pemodal juga mendapatkan waran secara cuma-cuma, yaitu setiap pemegang 60 HMETD berhak mendapatkan satu waran. Hal ini membuat saham PYFA disebut akan dikerek,” terangnya di Jakarta, pagi ini.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham PYFA, Rejuve Global bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 40,48% saham perseroan. Sisanya dikuasai PT Aldiracita 18,27%, DBS Bank Ltd Sg sebanyak 7,75%, PT Global Investment 5,5%, dan sisanya public mencapai 27,99%.
Baca Juga
Pyridam Farma (PYFA) Rancang Rights Issue Jumbo, Dananya untuk Apa?
Hingga September 2023, perseroan membukukan penurunan dalam laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari RP 288,75 miliar menjadi Rp 45,49 miliar.
Penurunan laba dipengaruhi atas penurunan pendapatan dari Rp 550,92 miliar menjadi Rp 520,47 miliar. Pemicu utama berasal dari anjloknya pendapatan lain-lain bersih dari Rp 381,21 miliar menjadi Rp 1,84 miliar.

