Meski Masuk UMA, Laju Saham Amman Mineral (AMMN) Tak Berhenti
JAKARTA, investor.id – Meski Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dalam unusual market activity (UMA) per 8 September 2023, pergerakan harga saham AMMN tetap tangguh hingga berhasil ditutup naik.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/9/2023), saham AMMN berhasil ditutup naik Rp 25 (0,45%) menjadi Rp 5.625 pada penutupan perdagangan sesi I. Namun di awal sesi saham ini sempat jatuh ke level Rp 4.800 dan perlahan-lahan berbalik hingga menguat di akhir sesi.
Baca Juga
“Kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham AMMN yang di luar kebiasaan (unusual market activity),” tulis pengumuman BEI seperti dikutip, Senin (11/9/2023).
Berdasarkan data, harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terus berlanjut naik terhitung sejak listing perdana hingga sesi I hari ini. Bahkan, perseroan berhasil menyalip PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dari sisi kapitalisasi pasar (market cap) saham.
Dengan posisi harga penutupan Rp 5.625, maka saham AMMN telah melesat 231,85% terhitung sejak listing perdana dengan harga Rp 1.695 pada 7 Juli 2023 hingga 8 September 2023.
Baca Juga
Anugerah Spareparts (AEGS) Patok Laba 2024 Tumbuh 122,63%, Ini Dasarnya
Hal ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) perseroan melambung dari Rp 121,89 triliun menjadi Rp 404,52 triliun. Nilai perusahaan telah melesat lebih dari Rp 282 triliun dalam kurun waktu 7 Juli 2023 hingga 8 September 2023.
AMMN kini mendukuki peringkat kelima terbesar untuk kapitalisasi pasar di BEI. Raihan tersebut dicapai setelah perseroan berhasil menggeser PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Amman Mineral merupakan perusahaan yang mengembangkan dan membangun tambang Batu Hijau yang memproduksi konsentrat tembaga juga mengandung emas dan perak sejak tahun 2000.
Tahun 2016, perseroan mengakuissi 82,2% saham PT Newmont dengan pembayaran tunai US$ 1,47 miliar dan pembayaran kontinjensi US$ 658,39 juta, sehingga nama perseroan berumbah menjadi AMNT.
Perseroan menyebutkan bahwa penambangan bijih fase 8 akan dimulai pada 2025-2030 yang diharapkan berdampak positif terhadap lonjakan produksi tambang perseoran. Grup juga telah mengoptimalkan operasi penambangan, meningkatkan pr oduktivitas, menurunkan biaya, dan meningkatkan pemulihan logam dibandingkan dengan operasi tambang Batu Hijau di bawah kepemilikan sebelumnya.
Baca Juga
Menunggu Data Penting Tiongkok dan India, Pasar Asia Bergerak Beragam Awal Pekan
Perseroan menyebutkan bahwa AMNT memiliki cadangan bijih yang signifikan di tambang Batu Hijau meliputi tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam bijih yang belum ditambang dari tambang Batu Hijau, serta tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam stockpiles yang telah ditambang.
Selain tambang Batu Hijau, Grup telah mengidentifikasi beberapa prospek tembaga dan emas lainnya di dalam wilayah IUPK AMNT, termasuk Cebakan Elang, yang terletak sekitar 60 km sebelah timur tambang Batu Hijau dan 12 km ke arah utara dari garis pantai selatan Pulau Sumbawa.
Bersamaan dengan penambangan bijih Fase 8, Grup bermaksud untuk memulai pengembangan Cebakan Elang pada 2027 untuk menggantikan kegiatan pemrosesan bijih dan stockpiles dari tambang Batu Hijau yang akan habis pada tahun 2030.
Kegiatan penambangan di tambang Elang akan dilakukan dari tahun 2031 hingga 2046. Karena jaraknya yang dekat, tambang Elang diperkirakan akan memanfaatkan infrastruktur yang ada di tambang Batu Hijau selama masa tambangnya. Berdasarkan Pembaruan Sumber Daya Mineral dan Cadangan Bijih Batu Hijau dan Elang 9 Mei 2023, Grup memiliki cadangan bijih dan sumber daya mineral sebagai berikut:

