Saham Amman Mineral (AMMN): Masuk Club Market Cap di Atas Rp 1.000 Triliun hingga Agoes Projo makin Tajir
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akhirnya masuk jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp 1.000 triliun. Raihan tersebut didukung lompatan harga saham pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/5/2024).
Data BEI hingga pukul 09.45 WIB, saham AMMN menguat Rp 1.975 (15,61%) menjadi Rp 14.625. Bahkan, saham ini sempat menyentuh rekor tertinggi intraday Rp 15.000. Penguatan tersebut melanjutkan lompatan harga AMMN kemarin hingga cetak auto reject atas (ARA).
Baca Juga
Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham AMMN melesat menjadi Rp 1.058 triliun atau berada di peringkat tiga untuk kategori emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Peringkat pertama masih dipegang PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 1.505 triliun dan kedua PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.158,78 triliun.
Dengan berlanjutnya penguatan harga saham AMMN terbuka peluang menggusur BBCA dari posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua. Sebagaimana diketahui, BBCA sebelumnya telah disalip BREN dari posisinya sebagai emiten dengan market cap terbesar pertama di BEI.
Saham AMMN resmi listing perdana di BEI pada 7 Juli 2023 setelah menutaskan IPO dengan harga pelaksanaan Rp 1.695 per saham. Dengan demikian, penguatan harga saham AMMN telah mencapai 762,83% hingga perdagangan intraday hari ini.
Agoes Projo
Tiga nama besar ini, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Grup Salim, dan Agoes Projosasmito, menjadi pemegang saham yang paling diuntungkan atas lompatan harga saham Amman Mineral (AMMN).
Baca Juga
Lengserkan TPIA, Amman Mineral (AMMN) Rebut Tahta Emiten Market Cap Terbesar Ketiga
Lompatan harga tersebut telah menjadikan, kekayaan Agoes Projosasmito, selaku pengendali, bertambah US$ 2,8 miliar menjadi US$ 10 miliar pagi hari ini. Agoes Projo kini menempati urutan orang paling kaya nomor lima di Indonesia menggusur Sri Prakash Lohia dengan nilai kekayaan US$ 8,3 miliar.
Agoes Projosasmito
Struktur pemegang saham AMMN setelah IPO terdiri atas PT Sumber Gemilang Persada 32,44%, PT Medco Energi Internasional Tbk 21,09%, PT AP Investment 15,58%, PT Alpha Investasi Mandiri 7,17%, PT Pesona Sukses Cemerlang 6,58%, PT Sumber Mineral Citra Nusantara 4,67%, PT Medco Services Indonesia 3,67%, dan masyarakat 8,80%.
Meski Sumber Gemilang Persada (SGP) dan Medco Energi (MEDC) memiliki porsi kepemilikan saham dua terbesar, namun pengendali Amman Mineral adalah Agoes Projosasmito. Dia memegang saham Amman Mineral melalui AP Investment. Agoes Projosasmito saat ini menjabat komisaris utama Amman Mineral Internasional. Dia juga menduduki posisi wakil presiden direktur Amman Mineral Nusa Tenggara.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Progress Pembangunan Dua Smelter
Agoes pun adalah direktur di Sumber Gemilang Persada (SGP). Pemegang saham SGP terdiri atas PT Nayaka Pratama Karsa Makmur 26,67%, PT Bakti Makmur Semesta Sukses 24,44%, PT Kanaka Sakti Makmur Bersama 24,44%, Denny Susanto Halim 12,22%, dan Husein Susilo Tjioe 12,22%.
Dari SGP itulah, nama Anthoni Salim muncul. Di mana, bos Grup Salim tersebut bersama anaknya – Axton Salim – merupakan pemegang saham PT Bakti Makmur Semesta Sukses. Anthoni Salim memiliki 90% saham dan Axton Salim 10%. Sehingga Anthoni Salim turut mengempit saham AMMN secara tidak langsung melalui SGP.
Grafik Saham AMMN

