Market Cap Amman Mineral (AMMN) Bertambah Rp 280,82 Triliun dalam Dua Bulan, Salip Beberapa Emiten Ini
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terus berlanjut hingga perdagangan akhir pekan ini. Bahkan, perseroan berhasil menyalip PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dari sisi kapitalisasi pasar (market cap) saham.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AMMN berhasil melesat dari level penutupan akhir pekan lalu Rp 4.750 menjadi Rp 5.600 hingga penutupan kemarin atau terjadi lonjakan 17,85% sepanjang sepekan ini.
Baca Juga
Meski IHSG Sepekan Anjlok, Beberapa Saham Melesat, Ada Yang Naik 88,24%
Dengan posisi harga penutupan Rp 5.600, maka saham AMMN telah melesat 230,38% terhitung sejak listing perdana dengan harga Rp 1.695 pada 7 Juli 2023 hingga 8 September 2023. Hal ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) perseroan melambung dari Rp 121,89 triliun menjadi Rp 402,72 triliun. Nilai perusahaan telah melesat lebih dari Rp 280,82 triliun dalam kurun waktu tersebut. Berikut daftar 10 emiten dengan market cap terbesar di BEI:
Didukung berlanjutnya penguatan harga, AMMN pun berhasil menyalip beberapa emiten dari sisi market cap dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir. Saat ini, AMMN tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar nomor lima di BEI. Raihan tersebut dicapai setelah perseroan berhasil menggeser PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dari posisi kelima menjadi keenam dengan nilai pasar Rp 366 triliun.
Baca Juga
Terkait prospek usaha perseroan? Prospektus Amman Mineral yang diterbitkan sebelum IPO saham sebelumnya menyebutkan bahwa perseroan mengembangkan dan membangun tambang Batu Hijau yang memproduksi konsentrat tembaga juga mengandung emas dan perak sejak tahun 2000.
Tahun 2016, perseroan mengakuissi 82,2% saham PT Newmont dengan pembayaran tunai US$ 1,47 miliar dan pembayaran kontinjensi US$ 658,39 juta, sehingga nama perseroan berumbah menjadi AMNT.
Baca Juga
Harga Lagi-lagi Naik, Market Cap Amman Mineral (AMMN) Salip Telkom (TLKM)
Perseroan menyebutkan bahwa penambangan bijih fase 8 akan dimulai pada 2025-2030 yang diharapkan berdampak positif terhadap lonjakan produksi tambang perseoran. Grup juga telah mengoptimalkan operasi penambangan, meningkatkan pr oduktivitas, menurunkan biaya, dan meningkatkan pemulihan logam dibandingkan dengan operasi tambang Batu Hijau di bawah kepemilikan sebelumnya.
Perseroan menyebutkan bahwa AMNT memiliki cadangan bijih yang signifikan di tambang Batu Hijau meliputi tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam bijih yang belum ditambang dari tambang Batu Hijau, serta tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam stockpiles yang telah ditambang.
Selain tambang Batu Hijau, Grup telah mengidentifikasi beberapa prospek tembaga dan emas lainnya di dalam wilayah IUPK AMNT, termasuk Cebakan Elang, yang terletak sekitar 60 km sebelah timur tambang Batu Hijau dan 12 km ke arah utara dari garis pantai selatan Pulau Sumbawa.
Baca Juga
Harga Emas Antam 9 September 2023: Beli Naik 1.000, Jual Naik 1.000
Bersamaan dengan penambangan bijih Fase 8, Grup bermaksud untuk memulai pengembangan Cebakan Elang pada 2027 untuk menggantikan kegiatan pemrosesan bijih dan stockpiles dari tambang Batu Hijau yang akan habis pada tahun 2030.
Kegiatan penambangan di tambang Elang akan dilakukan dari tahun 2031 hingga 2046. Karena jaraknya yang dekat, tambang Elang diperkirakan akan memanfaatkan infrastruktur yang ada di tambang Batu Hijau selama masa tambangnya. Berdasarkan Pembaruan Sumber Daya Mineral dan Cadangan Bijih Batu Hijau dan Elang 9 Mei 2023, Grup memiliki cadangan bijih dan sumber daya mineral sebagai berikut:

