Saham Amman Mineral (AMMN) Melesat 126%, Sekuritas Ini Prediksi Penguatan bakal Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) telah mencapai 126% terhitung sejak listing perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli hingga 23 Agustus 2023. Saham AMMN melesat dari level Rp 1.695 menjadi Rp 3.830.
Bahkan, hari ini saja, Rabu (23/8/2023) saham AMMN berhasil ditutup naik Rp 220 (6,09%) menjadi Rp 3.830. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 3.610-3.840.
Baca Juga
Meski IHSG Naik Tipis, Saham GEMS hingga UNTR Sukses Dulang Cuan Besar
Meski sahamnya telah menorehkan cuan sebanyak 126% lebih dalam sebulan terakhir, Mandiri Sekuritas menyebutkan masih terbuka peluang penguatan lebih lanjut saham ini, sehingga saham ini dipertahankan dengan rekomendasi beli. .
Mandiri Sekuritas dalam riset harian menyebutkan, tembaga merupakan satu-satunya jenis logam dasar dengan harga jual yang tetap tangguh, sehingga memberikan implikasi positif terhadap prospek saham Amman Mineral (AMMN).
Riset tersebut mengungkap bahwa harga jual tembaga tetap tangguh sepanjang tahun ini, dibandingkan komoditas pertambangannya lainnya. Berdasarkan data harga tembaga hanya turun 3% terhitung sepanjang 2023 berjalan, dibandingkan dengan komoditas seng (zinc) anjlok 24% dan nikel turun 33%.
Baca Juga
OJK Mulai Tetapkan Regulasi terkait AI, Selebgram Tak Bersertifikat Dilarang Endorse Produk Keuangan
“Rendahnya suplai tembaga global dan transaksi ke logam hijau menjadi penopang tetap kuatnya harga tembaga hingga kini, meskipun ekonomi global dan kecenderugan resesi Tiongkok melanda pasar. Hal ini akan mendukung tren penguatan harga saham AMMN,” tulis Mandiri Sekuritas.
Prospek membaiknya kinerja perseroan juga didukung progress pembangunan smelter tembaga perseroan telah mencapai 58,5% hingga akhir Juni 2023 dan pabrik tersebut ditargetkan telah tuntas pada Mei 2024. Progres yang baik tersebut memperkuat keyakinan target penyelesaian bakal sesuai harapan.
Smelter tersebut akan memproses konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga dan lumpur anoda (pemurnian logam mulia) dengan kapasitas input sebesar 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Nantinya, smelter ini akan mengolah konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang. Smelter akan menghasilkan 222.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%.
Baca Juga
SMRC: Elektabilitas Ganjar 35,9%, Prabowo 33,6%, Anies 20,4%
Mandiri Sekuritas juga menyebutkan bahwa Amman Mineral merupakan produsen tembaga dan emas yang terintegrasi dengan biaya rendah. Lokasi pabrik perseroan juga berdekatan dengan pasar Asia, perseroan juga tengah gencar mengembangkan fasitlias pengelolaan, dan pembangunan smelter tembaga.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 4.200. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 16 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi lonjakan laba bersih AMMN menjadi US$ 1,25 miliar pada 2024, dibandingkan perkiraan tahun ini US$ 150 juta. Sedangkan EBITDA diprediksi melesat menjadi US$ 2,32 miliar pada 2024, dibandingkan estimasi tahun 2023 sebanyak US$ 697 juta.

