Beda Nasib, Barito Renewables (BRPT) Melambung, Pulau Subur (PTPS) Sebaliknya ARB
JAKARTA, Investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dibuka melesat hingga auto reject atas (ARA) dan posisi tersebut bertahan hingga penutupan perdagangan Senin (9/10/2023). Sebaliknya PT Pulau Subur Tbk (PTPS) justru membukukan penurunan dalam hingga auto reject bawah (ARB) pada perdagangan hari perdananya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN dibuka melesat Rp 195 (25%) menjadi 975. Posisi tersebut bertahan hingga akhir penutupan perdagangan saham. Sebaliknya , saham PTPS ditutup ARB dengan pelemahan Rp 69 (34,85%) menjadi Rp 129. Saham ini dibuka menguat ke level Rp 200 dan sempat mencapai titik tertinggi level Rp 256.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) sebelumnya telah melepas sebanyak 4,01 miliar saham atau (3,35%) dengan harga pelaksanaan Rp 780, sehingga total dana yang bakal diraup Rp 3,13 triliun. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah BNI Sekuritas.
Perseroan dalam prospectus menyebutkan bahwa segmen bisnis BREN didukung kebijakan energi nasional 2014 dengan target 23% pembangkitan listrik berasal dari energi terbarukan pada 2025. Hal ini diharapkan membuat kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia bertumbuh pesat dari 2,6 GW pada 2023 menjadi 6,7 GW pada 2030 atau CAGR sebesar 14,6%.
Angka tersebut jauh di atas rata-rata CAGR global sebesar 5,8% pada jangka waktu yang sama. Bahkan, tahun 2030, Indonesia diharapkan menyumbang sebanyak 35% terhadap total kapasitas panas bumi global.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Listing Besok, Simak Prospek Bisnisnya hingga Peran Prajogo Pangestu
Barito Renewables Energy merupakan pengembang dan pemilik pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor lima di dunia. Perseroan dan melalui anak usahanya menguasai kapasitas pembangkit listrik sebanyak 886 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit perseroan ditargetkan bertumbuh menjadi 1.032 MW pada 2027.
BREN juga didukung pengendali yang kuat yang memiliki beberapa emiten yang kuat di sektornya. Prajogo Pangestu melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat sebagai pengendali utama dengan kepemilikan sebanyak 64,67% saham dan GE menguata 23,61% saham BREN. Sisanya dimiliki Jupoter Tiger Holdinsg 4,36%, Prime Hill Fund 4,36%, dan investor public 3%.
Baca Juga
Tiga Direksi Ini Terima Jutaan Saham Multipolar (MLPL), Terbanyak Orang Ini
Sebagaimana diketahui Prajogo Pangestu merupakan pengendali 71,17% saham BRPT, sehingga secara tidak langsung dirinya menjadi pemegang saham utama BREN. Prajogo juga pengendali saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
PTPS
Sementara itu, PTPSmembidik target produksi tandan buah segar (TBS) 30 ribu ton tahun 2023. Direktur Utama PT Pulau Subur Tbk, Felix Safei, mengatakan, pihaknya telah mencatatkan produksi sebesar 20 ribu ton TBS hingga September 2023.
Baca Juga
“Selama 3 tahun terakhir perusahaan mengalami peningkatan produksi TBS sehingga pendapatan perusahaan mengalami peningkatan," ungkap Felix kepada Investortrust di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (9/10/2023).
Sejalan dengan target produksi TBS, tahun 2023 ini, PTPS berharap dapat membukukan pendapatan Rp 67 miliar dengan laba bersih Rp 29,11 miliar, tumbuh 5,2% secara year on year.
