Operator Telko Gencar Ekspansi Luar Jawa, Saham Mitratel (MTEL) Top Picks
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menjadi pilihan teratas untuk saham sektor infrastruktur telekomunikasi tahun ini. Pilihan tersebut didukung potensi pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat, dibandingkan emiten sejenis.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor infrastruktur telekomunikasi dengan pilihan teratas (top picks) MTEL. Saham ini MTEL direkomendasikan beli dengan target harga Rp 960.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, gencarnya ekspansi operator telekomunikasi ke luar pulau Jawa hingga beberapa tahun mendatang merupakan satu dari sejumlah faktor penopang pertumbuhan Mitratel (MTEL) lebih kuat.
Baca Juga
Kerek Tenancy Ratio, Mitratel (MTEL) Lakukan Strategi Berikut
“Berlanjutnya aksi merger maupun konsolidasi operator telekomunikasi di dalam negeri akan berujung terhadap efisiensi maupun sinergi jaringan, khususnya di pulau Jawa dengan mengalihkan dana tersebut untuk memperkuat jaringan ke luar pulau Jawa,” terangnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Emiten menara telekomunikasi juga bakal didorong pertumbuhan bisnis infrastruktur jaringan teknologi telekomunikasi (ICT) di Indonesia. Apalagi operator telekomunikasi nampaknya mulai meningkatkan pola sewa aset, dibandingkan membangun sendiri dalam pengembangan bisnis ke depan.
Niko menambahkan, emiten infrastruktur telekomunikasi juga diuntungkan tren pertumbuhan penyewaan fiber to the tower (FTTT). Bahkan, segmen bisnis FTTT akan menjadi penopang pertumbuhan emiten sektor ini di tengah penyewaan menara yang cenderung stagnan.
Emiten infrastruktur telekomunikasi juga akan terdorong pertumbuhan anorganik melalui akuisisi aset-aset yang menghasilkan. Langkah ini akan menjadi faktor penguat pertumbuhan kinerja perseroan saat penyewaan menara tengah konsolidasi.
Baca Juga
Akuisisi Menara dan Fiber Optik Rp 1,86 Triliun, Saham Mitratel (MTEL) Kian Menarik
Terkait posisi MTEL sebagai saham top picks, Niko mengatakan, didukung tiga faktor, yaitu MTEL satu-satunya perusahaan menara telekomunikasi dengan rasio tenansi terendah, sehingga ada potensi besar untuk peningkatan kolokasi lebih lanjut ke depan.
“Operator telekomunikasi di luar Telkomsel mulai gencar ekspansi ke luar Jawa yang tentu akan menguntungkan perusahaan infrastruktur telekomunikasi, khususnya MTEL yang sebagian besar menara telekomunikasi di luar Jawa,” tulisnya.
Top Picks
Faktor kedua, terang Niko, MTEL tercatat sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan rasio utang paling rendah, dibandingkan perusahaan sejenis. Apalagi dengan tren penurunan suku bunga pada paruh kedua, MTEL kian diuntungkan.
Ketiga, terang dia, MTEL merupakan infrastruktur telekomunikasi dengan jumlah menara tersebar banyak di luar Jawa. Hal ini menjadikan infrastruktur perseroan yang paling dicari saat operator telekomunikasi berniat memperkuat penetrasi jaringan di luar Jawa.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan tren pertumbuhan pendapatan MTEL dengan target naik menjadi Rp 9,32 triliun tahun ini dan diharapkan bertumbuh menjadi Rp 10,02 triliun tahun 2025. Sedangkan laba bersih diperkirakan bertumbuh dari taget tahun 2023 senilai Rp 2 triliun menjadi Rp 2,36 triliun dan Rp 2,66 triliun pada 2024 dan 2025.
Sementara itu, Analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra dalam riset akhir tahun lalu mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 950 untuk setahun ke depan. Target tersebut mempertimbangkan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan didukung ekspansi perseroan dan tren peningkatan penyewaan infrastruktur telekomunikasi perseroan di luar Jawa.
"Kami masih menyukai MTEL, karena tenancy ratio menara perseoran masih bisa ditingkatkan. Begitu juga dengan gencarnya ekspansi fiber optic akan mebuat tren pertumbuhan kinerja keuangan berlanjut," ujar Etta.

