Saham Emiten Menara Telko Mulai Diburu Investor, Mitratel (MTEL) Unggul
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil menorehkan penguatan harga tertinggi sepanjang Agustus 2023. Penguatannnya mengungguli dua saham menara telekomunikasi besar lainnya.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa seluruh emiten menara dengan kapitalisasi besar menunjukkan kenaikan secara month to month (MTM) pada Agustus. Di antaranya ketiganya, saham MTEL yang paling cuan dengan penguatan sebanyak 14,5% dari level Rp 655 pada 31 Juli 2023 menjadi Rp 750 pada 31 Agustus 2023.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Cermati ACES, MAPI, dan MDKA
Tak hanya itu, saham MTEL sukses menyentuh harga tertinggi intraday Rp 765 terhitung sejak 2 Januari 2023. Sedangkan penutupan saham MTEL sepanjang Agustus berada di level Rp 750 atau menunjukkan level tertinggi sejak 17 Maret 2023.
Saham menara telekomunikasi lainnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dengan penguatan harga Rp 170 poin (8,8%) dari Rp 1.930 menjadi Rp 2.100 sepanjang Agustus 2023. Terakhir, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan penguatan hanya 1,47% dari Rp 1.015 akhir Juli menjadi Rp 1.030 akhir Agustus 2023.
BEI Juga mencatatatknya bahwa volume dan nilai transaksi saham ketiga menara telekomunikasi ini juga melesat. Hal ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap prospek emiten menara. Mitratel mencatatkan volume perdagangan bulanan 1,18 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 843,31 miliar. Ini merupakan volume perdagangan saham bulanan MTEL tertinggi sejak akhir 2022.
Baca Juga
Teknikal Saham Mitratel (MTEL) Cenderung Naik, Berikut Target Konsensus Analis
Bandingkan dengan volume perdagangan saham TOWR hanya 613,45 juta saham dengan nilai transaksi Rp 615,59 miliar. Volume perdagangan bulanan TOWR tercatat tertinggi sejak akhir Maret 2023. Terakhir TBIG dengan volume transaksi 226,62 juta saham dan nilai transaksi Rp 459,39 miliar. Volume TBIG juga tertinggi sejak akhir Mei 2023.
Berdasarkan data penguatan tersebut, saham MTEL ternyata paling atraktif di antara emiten menara telekomunikasi, karena kinerjanya mengungguli (outperformed) indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang hanya naik 0,31% ke 6.953,26 dan indeks saham sektor infrastruktur dengan kenaikan 6,24% menjadi 911,54.
Baca Juga
Sejumlah pengamat menilai bahwa kenaikan harga saham MTEL mengungguli emiten menara telekomunikasi lainnya didukung atas lompatan kinerja keuangan perusahaan tersebut pada semester I-2023. Mitratel satu-satunya emiten menara dengan pertumbuhan laba sebanyak 14,7% menjadi Rp 1,02 triliun.
Penguatan laba perseroan berbanding terbaik dengan dua emiten menara telekomunikasi lainnya dengan penurunan laba bersih pada semester I-2023. Laba bersih TBIG senilai Rp 688,7 miliar, turun 16,6% (yoy). Adapun TOWR membukukan laba bersih Rp 1,5 triliun atau merosot sebanyak 7,8%

