Pertumbuhan Laba Mitratel (MTEL) Unggul di Sektor Infrastruktur Telko di 2024, Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) atau Mitratel sukses pertahankan kenaikan laba tahun berjalan sebanyak 4,8% dari Rp 2,01 triliun menjadi Rp 2,11 triliun pada 2024. Tingkat pertumbuhan laba perseroan ungguli emiten menara dan fiber optik lainnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebanyak 7,2% menjadi Rp 9,31 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,95 triliun. Mitratel (MTEL) juga berhasil mempertahankan kenaikan EBITDA sebanyak 10,2% menjadi Rp 7,69 triliun.
Tingkat pertumbuhan laba tahun berjalan MTEL mengalahkan emiten infrastruktur telekomunikasi lainnya. Di antaranya, laba tahun berjalan PT Sarana Menara Infrstruktur Tbk (TOWR) hanya naik 1,84% dari Rp 3,30 triliun menjadi Rp 3,36 triliun. Sedangkan pendapatannya naik dari Rp 11,74 triliun menjadi Rp 12,73 triliun.
Baca Juga
Sebaliknya PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) justru mencatatkan penurunan laba tahun berjalan menjadi Rp 1,42 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,62 triliun. Meskipun pendapatan perseroan naik dari Rp 6,64 triliun menjadi Rp 6,86 triliun.
Terkait kinerja keuangan tersebut, Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, realisasi kinerja keuangan MTEL tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi. “Torehan laba bersih tersebut setara dengan 98,2% dari target BRI Danareksa Sekurtias dan sebanyak 98,9% dari consensus analis,” tulisnya dalam komentar pasar yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Pencapaian kinerja keuangan MTEL sepanjang 2024 lebih baik dibandingkan dengan emiten infrastruktur telekomunikasi lainnya, seperti TOWR dan TBIG. Niko Margaronis mengatakan bahwa realisasi laba bersih TBIG senilai Rp 1,36 triliun tahun 2024 hanya merefleksikan 83,8% dari target BRI Danareksa Sekuritas atau berada di bawah target.
Baca Juga
Perang Dagang dan Ketidakpastian Tarif Goyang Wall Street, Dow Jones Anjlok 1.000 Poin
Sedangkan torehan laba bersih TOWR tahun 2024 mencapai Rp 3,34 triliun memang sesuai dengan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas, namun margin EBITDA TOWR justru mengalami penurunan sebanyak 100 bps menjadi 84% tahun lalu, bandingkan dengan MTEL yang mencatatkan kenaikan margin EBITDA dari 80,4% menjadi 82,7%.
BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap tower tenancy ratio MTEL yang lanjutkan peningkatan menjadi 1,52 kali tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 sekitar 1,51 kali. Pertumbuhan tersebut berbanding terbalik dengan tenancy ratio TBIG yang turun dari 1,84 kali menjadi 1,79 kali dan TOWR dengan penurunan tenancy ratio dari 1,78 kali menjadi 1,64 kali.
Tenancy Ratio Naik
Terkait pertumbuhan kinerja Mitratel (MTEL), Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) mengatakan bahwa penyumbang utama pertumbuhan pendapatan berasal dari bisnis penyewaan menara atau tower leasing sebanyak Rp 7,63 triliun atau bertumbuh 6,9%. Sedangkan pendapatan segmen fiber optic tercatat dengan pertumbuhan paling pesat sebesar 64,3% menjadi Rp 486 miliar dari tahun sebelumnya.
Pencapaian tahun 2024, menurut Teddy, didukung ekspansi penambahan portofolio aset, terutama di luar Jawa. Strategi tersebut sejalan dengan rencana bisnis operator seluler nasional yang gencar menggelar ekspansi keluar Jawa, baik untuk memperluas coverage, pangsa pasar hingga meningkatkan kualitas koneksi internet di rural area.
Baca Juga
Laba Bersih Tower Bersama (TBIG) 2024 Tergelincir, Harga Saham Ditarget Jadi Segini
Dia menjelaskan, Mitratel akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis operator seluler dalam efisiensi sekaligus membantu ekspansi ke sejumlah wilayah baru pusat pertumbuhan ekonomi. “Portofolio menara dan fiber kami tersebar merata di seluruh Indonesia. Jaringan infrastruktur yang kami miliki akan memudahkan para operator seluler untuk memperdalam penetrasi pasar dan mengembangkan bisnis, terutama di area rural,” katanya.
Tahun lalu, Mitratel berhasil menambah sebanyak 1.390 menara, sehingga total menara yang dimiliki bertambah menjadi 39.404 unit tahun 2024. Penambahan tersebut kian memantapkan Mitratel (MTEL) sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dari sisi jumlah kepemilikan menara.
Mitratel terus mencatatkan kenaikan jumlah kolokasi dari 19.395 pada tahun 2023 menjadi 20.464 tenant pada 2024 atau bertumbuh sebanyak 5,5%. Jumlah tenant juga bertumbuh 4,3% dari 57.409 menjadi 59.868 tenant. Peningkatan ini berdampak pada tenancy ratio ke level 1,52x. Penyewaan menara telekomunikasi luar Jawa catatkan pertumbuhan tenant tertinggi mencapai 5%, dibandingkan Jawa sebesar 3%.

