Operator Ambisius Ekspansi Luar Jawa, Mitratel (MTEL) Paling Diuntungkan
JAKARTA, investortrust.id – Aksi gencar operator telekomunikasi ekspansi ke luar Jawa akan menjadi mesin pertumbuhan kinerja keuangan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel ke depan. Ekspansi massif ini akan menopang tingkat pertumbuhan Perseroan bakal melampaui emiten sejenis.
Demikian penjelasan analis Trimegah Sekuritas Sabrina dalam riset dengan judul “Dayamitra Telekomunikasi Seeking Growth Opportunities” yang diterbitkan di Jakarta, Senin (18/3/2024). Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 720 per saham.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Patok Tinggi Target Saham Mitratel (MTEL), Berikut Faktor Pendorongnya
“Kami yakin Mitratel akan terus mendapatkan manfaat besar dari ambisi besar operator telekomunikasi untuk memperluas jangkauan di luar Jawa. Kondisi ini diprediksi mengerek rasio tenansi MTEL dari 1,51 kali tahun 2023 menjadi 1,56 kali pada 2024 dan meningkat menjadi 1,62 kali pada 2025, dan kembali naik menjadi 1,64 kali pada 2026,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan tersebut.
Target rasio tenansi tersebut optimistis terwujud setelah mengamati dampak ambisi operator telekomunikasi ekspansi ke luar Jawa dalam dua tahun terakhir. Sabrina menyebutkan, ekspansi besar-besaran operator telah membuat lompatan rasio tenansi menara telekomunikasi MTEL di luar Jawa dari 1,38 kali pada 2022 menjadi 1,43 kali pada akhir 2023.
Apalagi dengan jumlah menara telekomunikasi MTEL yang mayoritas tersebar luas di luar Jawa, ungkap Sabrina, menjadi daya tarik bagi operator telekomunikasi. Berdasarkan data, sebanyak 58% dari total menara Perseroan berada di luar Jawa, dibandingkan dengan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) hanya 47%.
Baca Juga
Cetak Lompatan Laba Jadi Rp 2,01 Triliun, Manajemen Mitratel (MTEL) Ungkap Hal Ini
Selain itu, Sabrina mengatakan, salah satu potensi pendongkrak kinerja keuangan Mitratel tahun ini datang dari peluang akuisisi untuk menambah jumlah menara telekomunikasi. Sebagaimana diketahui, Perseroan sedang berdiskusi untuk akuisisi PT Inti Bangun Sarana Tbk (IBST). IBST sendiri memiliki sebanyak 3.383 menara dengan rasio tenansi 1,71 kali tahun 2022. IBST juga menguasai fiber sepanjang 16.642 kilo meter.
“Jika MTEL berhasil mengakuisisi IBST, kami memperkirakan rasio tenansi Mitratel akan meningkat 0,02 kali dari 1,51 kali akhir 2023 menjadi 1,53 kali. Masuknya IBST dalam MTEL bisa mendongkrak pendapatan dan EBITDA berkisar 12,5% tahun 2024,” terangnya
Dampak Minim
Terkait dampak merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terhadap MTEL, Sabrina menyebutkan, tak berpengaruh besar terhadap pendapatan dan kinerja keuangan Perseroan. Sebab, kontribusi penyewaan menara telekomunikasi oleh EXCL dan FREN hanya mencapai 14% terhadap pendapatan perseroan dan FREN atau paling rendah dibandingkan emiten menara telekomunikasi lainnya. Hanya 1.000 menara EXCL dan FREN yang tumpang tindih.
“Kami percaya bahwa MTEL akan menjadi perusahaan menara telekomunikasi yang terkena dampak negatif paling kecil, jika merger EXCL dan FREN direalisasikan. Bandingkan dengan TOWR dan TBIG yang memiliki ketergantungan pendapatan besar dari dua operator telekomunikasi tersebut,” tulisnya.
Baca Juga
Operator Telko Gencar Ekspansi Luar Jawa, Saham Mitratel (MTEL) Top Picks
Sejumlah faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan pertumbuhan target pendapatan MTEL dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,19 triliun tahun 2024. Begitu juga dengan laba bersih perseroan diprediksi naik menjadi Rp 2,02 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun.
Sedangkan saham MTEL dipertahankan beli dengan target harga diturunkan menjadi Rp 720. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sebanyak 10,1 kali.

