Efek Konsolidasi Operator Telko, Analis Yakin Emiten Ini (MTEL) Bakal Cuan Maksimal
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan operator seluler memperkokoh jangkauan ke luar Jawa, ditambah agresivitas penambahan jaringan fiber optic, akan menjadi mesin pendorong berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel tahun ini.
“Faktor tersebut memperkuat keyakinan kami terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan tahun ini masing-masing 8% dan 5%. Pendapatan perseroan diprediksi mencapai Rp 9,3 triliun dan laba bersih senilai Rp 2,1 triliun tahun ini,” tulis analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian dalam riset yang diterbitkan, Rabu (20/3/2024).
Asumsi tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 800 per saham. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA perseroan tahun ini sekitar 11,4 kali.
Baca Juga
Cetak Lompatan Laba Jadi Rp 2,01 Triliun, Manajemen Mitratel (MTEL) Ungkap Hal Ini
Target harga tersebut mempertimbangkan lompatan pendapatan setelah penambahan tower secara massif, peningkatan margin keuntungan seiring kenaikan tenancy ratio, dan peningkatan potensi pendapatan setelah operator agresif memperluas jangkauan luar Jawa.
Terkait dampak rencana akuisisi menara IBST terhadap MTEL, Christofer mengatakan, bisa memberikan tambahan pendapatan senilai Rp 1 triliun per tahun yang bersumber dari 3.500 menara telekomunikasi dan 17 ribu km jaringan fiber optic IBST, apalagi mayoritas infrastruktur ini berada di pulau Jawa, khususnya area perkotaan.
“Akuisisi tersebut akan memperkuat posisi MTEL sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar. Akuisisi ini juga menjadikan total jaringan fiber optic perseroan tumbuh massif. Posisi perseroan sebagai penyedia jaringan telekomunikasi di daerah perkotaan juga makin menguat,” terangnya.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Masuk LQ45, Big Fund Bersiap Koleksi Saham Ini
Sucor Sekuritas juga menambahkan, penambahan jaringan fiber optic secara massif akan menjadi sumber pertumbuhan kinerja MTEL ke depan. Apalagi perseroan membidik penambahan 10 ribu km fiber optic dengan biaya Rp 1 triliun. Penambahan tersebut akan menjadikan luas fiber optic anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ini menjadi 42.521 km.
“Dengan asumsi tersebut, kami yakin segmen fiber optic berkontribusi senilai Rp 273 miliar atau 3% terhadap total pendapatan tahun ini. Raihan tersebut menggambarkan peluang peningkatan 32%,” tulisnya.
Rekomendasi Beli
Sebelumnya, tiga perusahaan sekuritas lokal telah terlebih dahulu mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga beragam mulai dari target paling rendah Rp 760 dan tertinggi Rp 1.000 per saham. Dengan harga penutupan MTEL di Rp 615, terbuka potensi penguatan harga berkisar 23,57-62,60%.
Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan ini merekomendasikan beli saham MTEL dengan target harga menjadi Rp 720. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sebanyak 10,1 kali. Target tersebut mempertimbangkan aksi gencar operator ekspansi luar Jawa yang akan berdampak positif terhadap tenancy ratio MTEL ke depan
Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan pendapatan MTEL dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,19 triliun tahun 2024. Begitu juga dengan laba bersih perseroan diprediksi naik menjadi Rp 2,02 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun.
Baca Juga
Laba Tumbuh Double Digit, Cek Target Harga Mitratel (MTEL) Terbaru Ini
Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga menuju Rp 1.000. Optimisme pelaku pasar terhadap prospek saham MTEL dipicu oleh laporan keuangan 2023 yang tumbuh mengesankan dan rencana bisnis ke depan yang bakal kecipratan rezeki dari agenda ekspansi operator telekomunikasi ke sejumlah daerah rural di luar Jawa.
Target tersebut mempertimbangkan optimisme terhadap terhadap pertumbuhan pendapatan dan EBITDA Mitratel yang kuat sepanjang tahun ini. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan target penambahan sebanyak 4.000 penyewa melalui pemesanan 1.000 BTS dan tambahan 3.000 kolokasi. Pertumbuhan juga diharapkan melalui rencana penambahan jaringan fiber optik sepanjang 10 ribu km.
Baca Juga
Jangan Salah, Ini Tujuan Evolusi dan Transformasi Telkom (TLKM)
Pandangan positif terhadap saham MTEL juga diberikan analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dengan mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960. Target tersebut mempertimbangkan outlook pertumbuhan kinerja keuangan perseroan akan lebih kuat, dibandingkan emiten sejenis.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,19 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun. Pendapatan juga diprediksi naik dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,27 triliun. “Pertumbuhan juga didukung posisi unggul perseroan yang memiliki banyak menara telekomunikasi di luar pulau Jawa, apalagi saat ini operator gencar ekspansi ke luar pulau,” tulisnya dalam risetnya.

