Saham Mayora (MYOR) Pilihan Teratas, Begini Pertimbangan Sejumlah Analis
JAKARTA, Investortrust.id – Performa keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) diprediksi bersinar sepanjang tahun ini, seiring dengan peningkatan penjualan pasar domestik, perluasan pasar ekspor, dan berlanjutnya peluncuran produk baru.
Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, penjualan produk melalui saluran perdagangan umum menunjukkan tren peningkatan dengan kontribusi sebanyak 80% terhadap total penjualan. Penjualan melalui saluran ini melesat hingga di atas 20% Juli 2023. Lompatan juga berlanjut pada Agustus 2023.
Baca Juga
Beban Pokok Melonjak, Merdeka Battery (MBMA) Berbalik Merugi
“Pertumbuhan solid penjualan perseroan ditopang efek restocking, peningkatan aktivitas sekolah, dan jumlah hari libur yang lebih sedikit,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, belum lama ini.
Peningkatan penjualan tersebut, terang dia, menepis kekhawatiran pemodal terhadap prospek saham Mayora (MYOR) di tengah masih rendahnya daya beli Masyarakat. Pertumbuhan penjualan juga didukung efektfinya kampanye produk perseroan.
Sedangkan penjualan melalui saluran pasar modern juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. “Kami percaya momentum penjualan domestik yang kuat tetap terjaga hingga kuartal IV-2023,” tulisnya.
Baca Juga
Terkait ekspor produk, dia mengatakan, perseroan akan didukung ekspansi pasar dengan penjajakan baru ke Afrika dan Timur Tengah. Sedangkan ekspor produk pasar Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura tetap solid. Namun penjualan ke Cina dan Vietnam masih melemah.
Pertumbuhan kinerja perseroan, terang dia, juga bakal didukung atas berlanjutnya peluncuran produksi baru setelah sempat menunda peluncuran produk baru pada kuartal II-2023. Perseroan telah meluncurkan Dark Wonder dengan harga jual yang lebih murah, dibandingkan dengan komptitor. Hingga semester I-2023, perseroan menguasai sebanyak 30% pangsa pasar penjualan makanan berbahan cokelat.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 3.400. Saham MYOR ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk sektor konsumer.
Baca Juga
Target harga tersebut juga menggambarkan tren peningkatan margin keuntungan perseroan sejalan dengan harga CPO yang stabil dan pemangkasan tepung terigu dari Bogasari.
Target harga tersebut mempertimbangkan target lompatan laba bersih Mayora menjadi Rp 2,57 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 1,94 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 30,66 triliun menjadi Rp 34,64 triliun.
Sebelumnya, UOB Kay Hian Sekuritas merevisi naik MYOR dari Rp 3.000 menjadi Rp 3.200 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan revisi naik target laba bersih perseroan tahun 2023 dan 2024, menyusul margin keuntungan bakal lebih pesat, dibandingkan perkiraan semula.
Laba bersih tahun 2023 direvisi naik dari Rp 2,52 triliun menjadi Rp 2,65 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari Rp 2,91 triliun menjadi Rp 3,07 triliun.
Sebaliknya target penjualan perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 32,87 triliun menjadi Rp 32,25 triliun. Begitu juga dengan target pendapatan perseroan tahun 2024 direvisi turun dari Rp 36,21 triliun menjadi Rp 35,84 triliun.

