El Nino bisa Berimbas bagi Mayora (MYOR), Analis Ini Ungkap Dampaknya
JAKARTA, Investortrust.id – Target kinerja keuangan dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) direvisi turun, seiring dengan peluang kenaikan harga komoditas. Peningkatan tersebut bisa memicu peningkatan biaya bahan baku hingga menekan margin keuntungan.
Hal tersebut mendorong RHB Sekuritas Indonesia merevisi turun target pertumbuhan kinerja keuangan Mayora. Proyeksi laba bersih direvisi turun dari Rp 2,67 triliun menjadi Rp 2,48 triliun tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan direvisi turun dari Rp 33,75 triliun menjadi Rp 32,05 triliun.
Baca Juga
Usai Untung Besar dari Petrindo (CUAN), Prajogo Borong Saham Barito (BRPT)
“Mayora memiliki jejak langkah baik dalam inovasi produk dan penguasaan pasar di dalam dan luar negeri, namun terbukanya peluang kenaikan harga komoditas akibat kondisi cuaca buruk dan peningkatan tensi politik bisa memicu penurunan margin keuntungan perseroan pada paruh kedua tahun ini,” tulis analis RHB Sekuritas Indonesia Vanessa Karmajaya dalam riset terbaru di Jakarta, belum lama ini.
Sedangkan sentimen positif pendorong kinerja keuangan pada semester II-2023, terang dia, datang dari jumlah hari kerja yang lebih banyak, dibandingkan semester I-2023. Perseroan juga optimistis terhadap peningkatan permintaan ekspor produk perseroan menjelang pesat mooncake di Tiongkok.
Baca Juga
Dari pasar domestik, dia mengatakan, perseroan diuntungkan menjelang pemilu yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan permintaan produk perseroan. Perseroan juga akan diuntungkan atas peluncuran sejumlah produk baru.
Terkait kenaikan harga jual komoditas, dia megnatakan, harga gula dan kopi telah naik masing-masing 21% dan 7% sepanjang semester I-2023. Sedangkan harga gandum dan CPO diprediksi naik akibat El Nino dan peningkatan geopolitik.
Baca Juga
Harga Komoditas Turun, Neraca Pembayaran Indonesia Defisit US$ 7,4 Miliar
Penguatan harga komoditas tersebut membuat proyeksi pertumbuhan penjualan perseroan tak berdampak besar bagi keuntungan. Meski demikian, penguatan harga jual produk perseroan dalam beberapa bulan terakhir akan bisa menghindari peningkatan biaya bahan baku tersebut.

