Meski Catat ATH Dua Hari Beruntun, IHSG Sepekan Justru Anjlok, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Meski berhasil torehkan level tertinggi baru (all time high/ATH) Rabu dan Kamis, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan ini justru ditutup turun 0,73% menjadi 7.328,05.
Baca Juga
Pelabuhan Perbantuan Disiapkan untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik di Pelabuhan Merak
Sebagaimana diketahui IHSG pada perdagangan Rabu (13/3/2024) capai level ATH 7.421,20. Lompatan kemudian berlanjut hingga capai level ATH baru 7.433,31 pada hari berikutnya. Namun penutupan perdagangan kemarin, IHSG justru dilanda profit taking sebanyak 105,27 poin (1,42%) menjadi 7.328,05.
Berdasarkan data BEI, penurunan indeks dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham dengan terdalam sektor keuangan 1,69%, sektor energi 0,81%, dan sektor properti 0,70%. Penguatan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,97%, sektor transportasi 0,47%, dan sektor consumer non primer 0,19%.
Baca Juga
Asing Net Sell Rp 3,02 Triliun, Tiga Saham Bank Papan Atas Ini Diobral
Walaupun dilanda profit taking besar-besaran akhir pekan, pemodal asing tercatat masih mempertahankan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 7,39 triliun. Angka tersebut menunjukkan lompatan drastic dari akhir pekan sebelumnya dengan net buy hanya Rp 663,69 miliar.
Penyumbang utama net buy Net buy perseroan pekan ini berasal dari transaksi saham PT Mandal Multi Finance Tbk (MFIN) senilai Rp 6,17 triliun di pasar negosiasi. Net buy besar setelah Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) menuntaskan akuisisi 80,6% saham PT Mandala Finance Tbk (MFIN). Sebanyak 70,6% dipegang MUFG dan ADMF membeli 10% saham.

