Meski Catat Rugi, Dua Sekuritas Ini Tetap Rekomendasikan Beli Saham Merdeka (MDKA), Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan potensi penguatan pesat terhadap saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), meskipun perseroan mencatatkan rugi bersih hingga kuartal III-2024.
MDKA membukukan lompatan pendapatan menjadi Rp US$ 1,66 miliar hingga kuartal III-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,17 miliar. Sebaliknya laba usaha berbalik turun dari US$ 80,47 juta menjadi US$ 78,78 juta.
Baca Juga
Penurunan laba usaha dipicu pertumbuhan beban pokok pendapatan lebih tinggi, dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Hal ini memicu laba kotor perseroan stagnan menjadi US$ 118,15 juta. MDKA juga mencatatkan peningkatan rugi periode berjalan dari US$ 3,88 juta menjadi US$ 19,61 juta.
Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa realisasi kinerja keuangan MDKA hingga September 2024 berada di bawah target. Sedangkan EBITDA perseroan terpantau terus tumbuh melesat didukung bisnis nikel.
“Realisasi rugi bersih perseroan tersebut berada di bawah target kami dan consensus analis. Sedangkan torehan pendapatan tersebut sudah sesuai dengan estimasi,” tulis riset harian Mandiri Sekuritas.
Meski demikian, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham saham MDKA dengan target harga Rp 3.700. Target tersebut menggambarkan masih kuatnya pertumbuhan pendapatan didukung segmen bisnis nikel.
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Targetkan Proyek Emas Pani mulai Produksi Awal 2026
Pandangan positif terhadap saham MDKA juga datang dari tim riset BRI Danareksa Sekuritas. Dalam riset yang diterbitkan kemarin, sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham MDKA dengan target harga Rp 2.600.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa peningkatan rugi bersih dipicu atas peningkatan beban pokok penjualan yang lebih tinggi, dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan.
Sebelumnya, Merdeka Copper (MDKA) menetapkan target proyek pengembangan emas primer terbesar di Indonesia, yakni Proyek Emas Pani di Provinsi Gorontalo, Sulawesi, akan rampung akhir 2025, sehingga produksi ditarget mulai awal tahun 2026.
Chief External Affairs Merdeka Copper (MDKA) Boyke Poerbaya Abidin mengatakan, proyek ini ditargetkan memproduk sebanyak 300 ribu ounce emas per tahun. Sedangkan resources tambang ini mencapai sekitar 6,9 juta ounce, jadi kurang lebih produksinya menyamai perusahaan tambang skala menengah besar.
Baca Juga
Meski Harga Tembaga Turun, Saham Merdeka Copper (MDKA) Diprediksi Tetap Prospektif, Ini Alasannya
Pada produksi puncaknya, tambang ini nantinya dapat menghasilkan hingga 500.000 ounces emas per tahun. Proyek tahap awal akan dimulai dengan pengolahan heap leach untuk produksi awal emas, dan kemudian akan dikembangkan dengan metode pengolahan carbon-in-leach (CIL).
Di samping itu, kata Boyke, sejalan dengan rencana proyek pembangunan Pani, perseroan akan membuka peluang pekerjaan masyarakat sekitar tambang. Pani akan memperkerjakan kurang lebih sekitar 2.000 tenaga kerja masyarakat setempat yang berasal dari daerah tambang Pani dan wilayah Provinsi Gorontalo.
Grafik Saham MDKA

