Saat Pendapatan Melesat 96%, Merdeka Copper (MDKA) justru Berbalik Rugi, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Coper Gold Tbk (MDKA) berbalik mencatatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 20,65 juta pada 2023, dibandingkan dengan torehan laba senilai US$ 58,42 juta tahun 2022.
Rugi tahun berjalan tersebut berbanding terbalik dengan lompatan pendapatan perseroan sepanjang 2023. Data laporan kinerja keuangan MDKA yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (27/3/2024), pendapatan usaha justru melesat 96,20% dari US$ 869,87 juta menjadi US$ 1,70 miliar pada 2023.
Baca Juga
Merdeka Copper Gold (MDKA) Catat Kenaikan Produksi Emas 10% Tahun 2023
Namun demikian lompatan pendapatan MDKA tersebut ternyata juga diikuti dengan kenaikan pesat beban pokok pendaptan dari US$ 705,22 juta menjadi US$ 1,56 miliar pada 2023. Alhasil laba kotor perseroan turun dari US$ 164,65 juta menjadi US$ 145,67 juta.
Rugi perseroan juga dipicu atas kenaikan beban keuangan dari US$ 43,43 juta menjadi US$ 78,72 juta pada 2023. Hal ini mebuat laba sebelum pajak penghasilan perseroan terpuruk dari US$ 89,94 juta menjadi US$ 12,33 juta.
Merdeka Copper (MDKA) juga mencatatkan lompatan total aset dari US$ 3,87 miliar pada 2022 menjadi US$ 4,96 miliar pada 2023. Sedangkan jumlah liabilitas naik dari US$ 1,85 miliar menjadi US$ 2,20 miliar.
Baca Juga
Target Harga Saham Merdek Copper (MDKA) Dipangkas, Simak Pemicu Ini
Sebelumnya, RHB Sekuritas memangkas target kinerja keuangan Merdeka Copper (MDKA) tahun 2023-2024, seiring dengan perkiraan masih berlanjutnya tantangan peningkatan produksi tembaga ke depan. Revisi turun tersebut juga dipicu atas proyeksi harga jual komoditas logam yang lemah.
RHB Sekuritas dalam riset terbarunya merevisi turun target laba bersih MDKA tahun 2024 dari semula US$ 153 juta menjadi US$ 82 juta. Hal ini mendorong RHB Sekuritas memangkas turun target harga saham MDKA menjadi Rp 2.900, dibandingkan perkiraan semula Rp 3.200.

