Pendapatan Turun 22,8%, Merdeka Copper Gold (MDKA) Tekan Rugi dan Dongkrak EBITDA 33%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pendapatan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 22,81% (yoy) menjadi US$ 1,28 miliar pada kuartal III 2025, namun perseroan berhasil menekan rugi 48,13% (yoy) menjadi US$ 34,75 juta pada periode sama.
Menurut Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro, raihan tersebut mencerminkan ketahanan kinerja, serta kemajuan yang konsisten di seluruh portofolio proyek strategis perseroan. Pasalnya di tengah penurunan pendapatan, Merdeka berhasil mencatat EBITDA sebesar US$ 295 juta yang meningkat 33% (yoy).
Capaian itu didukung kenaikan harga jual rata-rata emas, peningkatan margin emas hingga 59%, dan implementasi efisiensi biaya di seluruh rantai nilai nikel Merdeka yang terintegrasi. Keseluruhannya mencerminkan disiplin penerapan dan penguatan kendali operasional.
“Kinerja sembilan bulan pertama tahun ini mencerminkan kekuatan portofolio Merdeka yang terdiversifikasi, serta fokus berkelanjutan kami pada profitabilitas dan kualitas eksekusi,” ujar Albert dikutip Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga
Produksi Emas & Tembaga Naik, Saham Merdeka Copper (MDKA) Direkomendasikan Beli
Perusahaan mencatat kemajuan signifikan pada proyek strategis Tambang Emas Pani yang dikembangkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), ditandai dengan dimulainya kegiatan penumpukan bijih (ore stacking). Dengan capaian tersebut, Merdeka Gold Resources optimistis target produksi emas mulai kuartal I-2025 akan terealisasi sesuai rencana.
Selain itu, EMAS mengonfirmasi bahwa laju penumpukan bijih pada fasilitas heap leach, serta kapasitas pabrik pengolahan emas dapat ditingkatkan hingga melampaui panduan sebelumnya sebesar 7 juta ton. Hal ini memungkinkan peningkatan produksi emas secara tahunan.
Perseroan juga menargetkan percepatan pengembangan proyek carbon-in-leach (CIL) Pani, dengan pekerjaan konstruksi awal yang direncanakan mulai pada kuartal pertama 2026.
Studi Kelayakan (feasibility study) yang ditargetkan selesai pada kuartal I-2026 kini disusun dengan basis kapasitas CIL sebesar 12 juta ton, menggantikan rencana awal yang memulai operasi pada kapasitas 7,5 juta ton dan kemudian meningkatkannya secara bertahap menjadi 12 juta ton.
“Pendekatan ini memungkinkan kapasitas pengolahan yang lebih tinggi dicapai lebih awal dari rencana semula, serta mendukung potensi percepatan capaian target produksi puncak Tambang Emas Pani sebesar 500.000 ounces emas per tahun,” sambung Albert.
Baca Juga
Tahun depan, Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani juga diharap memberi lonjakan signifikan terhadap produksi emas dan arus kas Merdeka Copper Gold.
Di segmen nikel, operasi yang dijalankan melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan kinerja solid, dengan proyek-proyek utama berjalan sesuai rencana pengembangan.
Produksi tambang nikel SCM (Sulawesi Cahaya Mineral) meningkat dengan output saprolit sebesar 89% dan limonit sebesar 51%. Sementara itu, produksi Nickel Pig Iron (NPI) tercatat lebih rendah, namun tetap mampu mempertahankan tingkat margin yang sehat.
Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) berada pada jalur yang tepat untuk mencapai produksi penuh pada fasilitas pirit, asam, logam klorida, serta pabrik katoda tembaga pada akhir 2025.
Dalam pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL), PT ESG New Energy Material meningkatkan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) menjadi 7.181 ton dan mencatatkan penjualan sebesar 7.554 ton pada kuartal III 2025.
Sementara itu, pembangunan pabrik HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), dengan kapasitas terpasang sebesar 90.000 ton nikel per tahun dalam bentuk MHP, terus berjalan sesuai jadwal. Komisioning lini produksi pertama fasilitas ini ditargetkan pada pertengahan 2026.
“Ke depan, Merdeka akan terus memprioritaskan alokasi modal yang disiplin, keunggulan operasional, serta penyelesaian proyek secara tepat waktu,” ujar Albert Saputro.
Dengan posisi likuiditas yang kuat dan visibilitas pertumbuhan produksi dalam jangka pendek yang jelas, manajemen yakin Merdeka berada pada posisi solid untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
