Meski Rugi Naik, Sekuritas Ini Patok Potensi Cuan Saham Bukit Sentul (BKSL) 500%, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas kembali memantok target harga saham PT Sentul City Tbk (BKSL) tinggi mencapai Rp 250. Target harga tersebut setara dengan potensi penguatan mencapai 509,75%, dibandingkan dengan harga penutupan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu Rp 41.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, BKSL menunjukkan perbaikan lebih lanjut terlihat dari penurunan rugi inti turun pada kuartal III-2024 menjadi Rp 37 miliar, dibandingkan dengan rugi inti kuartal II-2024 Rp 87 miliar dan rugi inti kuartal III-2023 senilai Rp 93 miliar.
Baca Juga
Saatnya Berburu Saham Sentul City (BKSL), Begini Pertimbangannya
“Penurunan rugi ini didukung peningkatan signifikan pengakuan penjualan properti pada kuartal III-2024. Total penjualan property yang dicatatkan kuartal tersebut bertumbuh 196% menjadi Rp 126 miliar,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Sedangkan hingga September 2024, dia mengatakan, BKSL berhasil mencatatkan kenaikan marketing sales ritel property sebanyak 129% menjadi Rp 1 triliun. Angka tersebut setara dengan 83% dari target marketing sales property secara ritel.
BKSL sendiri membukukan penjualan marketing sales kuartal III-2024 senilai Rp 365 miliar. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan sebanyak 108%, dibandingkan kuartal III-2023. Pertumbuhan tersebut didorong kesuksesan penjualan sejumlah unit property.
Baca Juga
Insentif PPN-DTP Bakal Lanjut, Prospek Saham Properti Dinilai Cerah
Dengan pertumbuhan tersebut, total marketing sales BKSL telah mencapai Rp 3 triliun, termasuk penjualan lahan ke Genting Island, seluas 152 hektare dengan harga jual Rp 1,3 juta per meter persegi. Penjualan lahan ke Genting kemungkinan baru dicatatkan dalam laporan keuangan kuartal I-2025.
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BKSL dengan target harga Rp 250 per saham. Target tersebut juga merefleksikan diskon 70% terhadap nilai aset bersih (NAV) perseroan.
Grafik Saham BKSL

