Teken Mega Deal Rp 2 Triliun, Saham Sentul City (BKSL) Menarik Potensi Cuan 509%
JAKARTA, investortrust.id – PT Sentul City Tbk (BKSL) telah menandatangani mega deal penjualan lahan seluas 152 hektare ke perusahaan asal Malayasia, Genting Bhd, bernilai hampir Rp 2 triliun. Lahan tersebut dilepas dengan harga Rp 1,3 juta per meter persegi.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo memberikan pandangan bahwa dengan harga jaul tersebut, perseroan mencatatkan margin bersih sebanyak 65%. Sedangkan penjualan tersebut ditargetkan tercatat pada kinerja keuangan BKSL kuartal III tahun ini.
“Namun demikian investor perlu mengetahui bahwa transaksi bernilai jumbo merupakan peristiwa yang terjadi satu kali saja,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Sentul City (BKSL) Berbalik Jadi Untung Jumbo di 2023, Ternyata Ini Pemicunya
Terkait transaksi ini, manajamen belum mengungkap detil rencana penggunaan dana hasil penjualan lahan tersebut. Menurut Niko, kemungkinan dana ini akan digunakan untuk mengurangi beban utang, khususnya kepada Bank Mayapada. Sebagaimana diketahui hampir 60% utang perseroan berasal dari bank tersebut.
“Dengan asumsi BKSL menggunakan dana tersebut untuk pembayaran utang kepada Mayapada, perseroan akan bisa menekan beban bunga signifikan mencapai Rp 121 miliar per tahun. Sebagaimana diketahui utang tersebut berbunga 12-14% per tahun,” terangnya.
Namun jika perseroan tidak ingin menggunakan dana tersebut untuk memangkas utang, menurut dia, Sentul City (BKSL) harus bernegosiasi dengan Bank Mayapada, sehingga suku bunga lebih menguntungkan bagi perseroan.
Dengan raihan dana tersebut, dia mengatakan, kemampuan perseroan untuk bernegosiasi tentau labih kuat, mengingat kemampuan perseroan untuk mendatangkan dana besar melalui penjualan lahan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Naik ke Atas Level 7.300, Berikut Daftar Saham Tercuan
Terkait marketing sales Sentul City (BKSL), menurut dia, telah terlampaui untuk tahun 2024 setelah mega deal tersebut. “Kami mengapresiasi manajemen BKSL yang telah berhasil melampaui target penjualan tahun ini. Perseroan berhasil mencatatkan marketing sales Rp 2,8 triliun hingga Juni atau 121% dari target tahun ini dengan telah memperhitungkan penjualan lahan senilai Rp 2 triliun,” terangnya.
Estimasi Kinerja BKSL
Sumber: Sucor Sekuritas
Tak hanya itu, dia mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan nilai marketing sales ritel bulanan tertinggi sepanjang masa pada Juni 2024 mencapai Rp 179 miliar. “Kami percaya momentum pertumbuhan penjualan marketing sales ritel bulanan akan terus berlanjut dan berpotensi mencetak rekor baru, apalagi dengan peluncuran produk Spring Garden akhir bulan ini,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BKSL dengan target harga Rp 250 per saham. Saham BKSL saat ini masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus. “Kami merekomendasikan investor untuk mulai mengakumulasi saham ini dengan potensi penguatan pesat ke depan,” tulisnya.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Senin (22/7/2024), saham BKSL ditutup menguat 7,89% menjadi Rp 41. Dengan harga tersebut, terbuka penguatan sebanyak 509%.
Grafik Saham BKSL

