Saat IHSG Anjlok, Tiga Saham Ini Justru Cetak ATH, Dua Saham Milik Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham kapitalisasi besar (market cap) ini berhasil mencatatkan peningkatan harga ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH), meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok sebanyak 116,78 poin (1,61%) menjadi 7.117,42.
Ketiga saham tersebut adalah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat Rp 650 (7,05%) ke level tertinggi baru sepanjang masa atau ATH ke Rp 9.875. Saham emiten Prajogo ini telah mencatatkan ATH dalam lima hari berturut-turut.
Baca Juga
Kinerja Tiga Emiten Prajogo Ini Anjlok, Bahkan Ada Merugi, Tapi Sahamnya?
Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN meningkat menjadi Rp 1.321,13 triliun atau memperkuat posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI mengalahkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.177,27 triliun.
Lompatan harga saham ke level tertinggi baru juga dicatatkan emiten Prajogo lainnya, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan kenaikan Rp 250 (3,30%) menjadi Rp 7.825. Lompatan ini menjadikan market cap TPIA melesat menjadi Rp 676,94 triliun atau berada di peringkat lima terbesar untuk market cap di BEI.
Pergerakan Harga Saham BREN, TPIA, dan AMMN Ytd
Begitu juga dengan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ikut menguat ke level tertinggi baru setelah terjadi kenaikan harga Rp 75 (0,77%) menjadi Rp 9.775. Dengan penguatan tersebut, kapitalisasi saham AMMN meningkat menjadi Rp 708,86 triliun atau berada di peringkat empat terbesar di Indonesia.
Sedangkan dari tiga saham papan atas tersebut, penguatan tertinggi year to date (ytd) dicatatkan saham AMMN dengan penguatan mencapai 48,11% terhitung sejak awal tahun hingga hari ini. Sedangkan saham TPIA telah melesat sebanyak 37,28% ytd dan saham BREN melesat 29,97% ytd.
Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/5/2024), ditutup anjlok sebanyak 116,78 poin (1,61%) menjadi 7.117,42. Penurunan dipicu atas koreksi dalam saham sektor keuangan, khususnya empat bank besar.
Baca Juga
IHSG bergerak dalam rentang 7.072,47-7.234,37 sepanjang hari ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 15,29 triliun. Koreksi ini dipengaruhi atas sejumlah sektor saham, yaitu sektor keuangan 2,78%, sektor material dasar turun 1,68%, sektor konsumer primer 1,75%, sektor energi 1,14%, dan sektor properti 1,51%.
Pelemahan indeks dipicu atas anjlokya sejumlah saham bank papan atas ini, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah Rp 575 (8,33%) menjadi Rp 6.325, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp 420 (8%) menjadi Rp 4.830, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah Rp 180 (3,64%) menjadi Rp 4.760, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot Rp 250 (2,56%) menjadi Rp 9.550.

