Beku 18 Bulan, Saham Saraswati Griya Lestari (HOTL) Bisa Delisting
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan potensi delisting atau penghapusan pencatatan saham PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL).
HOTL terancam delisting lantaran suspensi panjang saham tersebut, selama 18 bulan terakhir. BEI mengingatkan masa susupensi HOTL akan mencapai 24 bulan pada 1 Agustus 2024.
Suspensi terhadap saham HOTL disebabkan Perseroan tidak memenuhi sejumlah kewajibannya sebagai Perusahaan tercatat. Selain itu BEI meragukan keberlangsungan usaha Perseroan, yang hingga kini belum kunjung menunjukan kejelasan.
Baca Juga
Pengumuman potensi delisting saham HOTL disampaikan oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Vera Florida dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A.
Vera dan Ari menjelaskan landasan penghapusan pencatatan saham yang bisa dikenakan pada saham HOTL yaitu:
Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, di mana Bursa dapat menghapus saham Perusahaan Tercatat apabila:
a. Ketentuan III.3.1.1, Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
Baca Juga
b. Ketentuan III.3.1.2, Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.
Untuk diketahui saham HOTL dikendalikan oleh PT Tiara Realty dengan kepemilkan sebesar 51,32%, sementara porsi publik atau Masyarakat sebanyak 23,23%. Saham lainnya dipegang sejumlah individu dengan status kepemilikan langsung.
Lebih lanjut BEI meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
‘’Bagi pihak yang berkepentingan terhadap Perseroan, dapat menghubungi Sekretaris Perusahaan Bapak Tubagus Yudi Yuniardi dengan nomor telepon 021-2567 5505,’’ demikian Pengumuman BEI.

