Barito Pacific (BRPT) Tegaskan Belum Berniat Gelar IPO Saham Griya Idola
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengungkap belum berencana melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) saham anak usahanya di sektor properti, PT Griya Idola.
Direktur Keuangan BRPT David Kosasih menegaskan bahwa perseroan belum memiliki rencana membawa Griya Idola melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Gandeng Nokia dan NVIDIA Bangun 'Otak' AI untuk Jaringan 5G Indonesia
“Ya, mengenai IPO Griya Idola, seperti tadi sampaikan kami juga pernah menyampaikan bahwa untuk saat ini kami belum merencanakan untuk membawa Griya Idola IPO. Jadi grup kami memang akan benar-benar mempersiapkan dulu company yang akan kami bawa ke publik untuk memastikan bahwa segalanya sudah siap,” ujar David saat paparan publik daring, Rabu (12/11/2025).
Hingga 7 November 2025, BEI mencatat terdapat 13 perusahaan dalam pipeline IPO. Dari jumlah tersebut, dua perusahaan memiliki aset skala kecil, enam perusahaan aset menengah, dan lima perusahaan aset besar. Selain menanggapi isu IPO saham, David meluruskan kabar mengenai potensi akuisisi PT Nusa Raya Cipta. Ia menegaskan bahwa BRPT tidak memiliki rencana mengakuisisi perusahaan tersebut.
“Lalu mengenai rumor akuisisi PT Nusa Raya Cipta ini juga kami perjelas tidak ada rencana untuk mengakuisisi perusahaan ini untuk memperkuat jasa properti di grup kami,” tegasnya.
Baca Juga
Barito Pacific (BRPT) Catat Lonjakan Laba 2.882%, Transformasi Bisnis Berbuah Manis
Sebelumnya, setelah Chandra Daya (CDIA), perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi melantai di bursa pada Juli 2025. Pasar sempat ramai oleh spekulasi bahwa Griya Idola akan menjadi entitas berikutnya yang melaksanakan IPO.
Sebagai informasi, Griya Idola merupakan pengembang properti dengan portofolio lahan sekitar 1.200 hektare di Subang serta proyek kawasan hunian di Tangerang.
Perusahaan ini berada di bawah naungan Barito Pacific dengan kepemilikan hampir 100%, menjadikannya bagian penting dari strategi diversifikasi bisnis Prajogo Pangestu di sektor properti yang menunjukkan tren positif dan prospek pertumbuhan menjanjikan di Indonesia.

