Didukung Dua Faktor, Kini Saatnya bagi Saham Barito Pacific (BRPT)
JAKARTA, investortrust.id – Potensi penguatan harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kian terbuka didukung dua faktor, yaitu peluang PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) masuk dalam konstituen indeks MSCI dan rampungnya pemilu presiden.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham emiten Prajogo Pangestu (BRPT) ini dengan target harga Rp 2.500 atau terbuka penguatan sebanyak 127%, dibandingkan penutupan hari ini.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, terbuka peluang besar saham TPIA masih dalam indeks MSCI, seiring performa saham TPIA dan kapitalisasi pasar yang meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga
Cuan Saham Barito (BRPT) bisa Capai 141%, Begini Perhitungannya
Berdasarkan data rata-rata kapitalisasai pasar saham public mencapai US$ 1,8 miliar dalam tiga bulan terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dengan rata-rata sekitar US$ 900 juta dan US$ 1,2 miliar.
“Saham ini juga menunjukkan likuiditas perdagangan hang kuat rata-rata mencapai Rp 203 miliar per hari dalam tiga bulan terakhir. Angka tersebut jauh di atas ANTM dan INKP dengan rata-rata Rp 68 miliar dan Rp 56 miliar,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (12/2/2024).
Terkait dampak pilpres, dia mengatakan, pemilu diprediksi akan berjalan dengan baik dan diharapkan menjadi sentiment positif terhadap pasar. Bahkan, BRPT tercatat sebagai saham yang sudah terbukti tetap menguat di tengah kondisi pasar belum stabil.
Baca Juga
Akhirnya Saham PIK2 (PANI) Tembus Rp 5.300, Lihat lagi Target Harga Ini
Hal ini mendorong Suco Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BRPT. Target hargat tersebut juga menggambarkan bahwa saham BRPT saat ini sudah terlalu murah, dibandingkan anak usahanya TPIA dan BREN. Apalagi BREN merupakan perusahaan panas bumi besar dunia dan TPIA tercatat sebagai perusahaan petrokimia besar di Indonesia.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih emiten Prajogo Pangestu ini menjadi US$ 69 juta tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun lalu US$ 48 juta. Begitu juga dengan pendapatan diharapkan naik menjadi US$ 3,03 miliar tahun ini, dibandingkan estimasi tahun lalu US$ 2,88 miliar.
Estimasi Kinerja Keuangan BRPT
Sumber: Sucor Sekuritas

