Jelang IPO Saham Barito Renewable, Target Harga Saham Barito (BRPT) Direvisi Naik
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) direvisi naik, seiring penawaran umum perdana anak usahanya PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) di bidang energi geothermal dengan target dana mencapai Rp 3,51 triliun.
“Kami menilai IPO saham BREN akan menjadi sentimen positif terhadap saham BRPT. Saham perseroan juga didukung pertumbuhan segmen bisnis petrokimian perseroan, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli saham BRPT dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.590 per saham,” tulis tim riset Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya.
Baca Juga
IPO Saham, Barito Renewables (BREN) Ternyata Nomor Wahid di Indonesia dan Kelima Dunia
Sedangkan hingga akhir sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/9/2023), saham BRPT ditutup menguat Rp 10 (0,70%) menjadi Rp 1.445. Dengan harga tersebut, potensi cuan saham ini masih terbuka lebar sebanyak 10%.
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa Barito Renewable (BREN) merupakan anak perusahaan BRPT dengan total kepemilikan 66,67% saham. BREN fokus pada sektor energi panas bumi (geotermal) dengan mengoperasikan 3 wilayah kerja panas bumi (WKP), yaitu Salak, Wayang Windu, dan Darajat. Ketiga pembangkit tersebut memiliki kapasitas 885 MW atau setara dengan 38% dari total kapasitas operasional geotermal Indonesia.
Baca Juga
Penguatan Berlanjut, Dua Emiten Prajogo Pangestu Ini Masuk Jajaran Top 10 Market Cap di BEI
BREN, terang riset tersebut, merupakan operator geotermal terbesar di Indonesia dan keempat terbesar dunia dengan faktor ketersediaan yang solid. BREN juga memiliki kinerja keuangan yang stabil dan saat ini telah memegang beberapa kontrak penjualan jangka panjang.
Target harga tersebut, terang Samuel Sekuritas, juga menggambarkan membaiknya kinerja segmen petrokimia didukung peningkatan spread harga jual polyolefins. Perseroan juga didukung kinerja anak usahanya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebagai market leader industri petrokimia Indonesia.
Baca Juga
Di samping itu, BRPT akan menambah lini bisnis kimia baru,dengan membangun pabrik caustic soda berkapasitas 400 kilo ton per tahun serta ethylene dichloride (EDC) berkapasitas 500 ribu ton per tahun, serta pabrik kedua CAP yang akan meningkatkan kapasitas pabriknya hingga dua kali lipat.
Target harga tersebut juga menggambarkan potensi kenaikan laba bersih perseroan menjadi US$ 46 juta pada 2023 dan menjadi US$ 76 juta pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 2 juta.

