Saham Barito Renewable (BREN) Lagi-lagi ARA, Market Cap Kejar Emiten Prajogo Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) kembali mencetak penguatan hingga auto reject atas (ARA) pada hari ketiga listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/10/2023). Penguatan tersebut menjadikan kenaikan saham ini telah mencapai 94,23% dalam tiga hari perdagangan.
Berdasarkan data BEI, saham BREN dibukan langsung melesat ARA ke level Rp 1.515 hari ini. Jika melihat harga IPO saham BREN Rp 780, makan total penguatan harga telah mencapai 94,23% selama tiga hari.
Baca Juga
IHSG Lagi-lagi Bergerak Naik, Saham BREN Kokoh di Posisi ARA
Pengutan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN bertambah menjadi Rp 202,68 triliun, dibandingkan saat IPO senilai Rp 104,35 triliun. Raihan tersebut memperkokoh BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar kesembilan di BEI. Bahkan, market cap perseroan mendekati nilai pasar emiten Prajogo Pangestu yang lain, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dengan total Rp 233,58 triliun.
Lalu, bagaimana dengan bisnis perseroan? Prosepektur Barito Renewable (BREN) menyebutkan bahwa perseroan merupakan pengembang dan pemilik pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor lima di dunia. Perseroan dan anak usahanya menguasai kapasitas pembangkit listrik sebanyak 886 MW.
Di antaranya, pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu, Salak, dan Darajat, dengan total kapasitas sebanyak 886 MW. Di antaranya, perseroan bertindak sebagai pemegang 90% saham Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWP) yang mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi.
Baca Juga
Saham Barito Renewables (BREN) Lagi-lagi ARA, Kini Market Cap Melesat ke Peringkat Sembilan
Perseroan juga bertindak sebagai pemegang masing-masing 76,11% saham Star Energy Geothermal Darajat I dan II. Perseroan juga tercatat sebagai pemeang Star Energy Geothermal Salak, Ltd. (SEGSL) dengan kepemilikan sebanyak 76,11% saham. Perseroan juga bertindak sebagai pemegang Star Energy Geothermal Darajat II
Perusahaan Prajogo Pangestu ini juga bertindak sebagai pemegang 76,11% saham pembangkit energi panas bumi dan pembangkit listrik Star Energy Geothermal Salak Pratama, Ltd (SEGSPL)
Berdasarkan prospektus perseroan, pembangkitan listrik tenaga panas bumi Wayang Windu terdiri atas dua unit dengan kapasitas pembangkit terpasang bruto gabungan sebesar 230,5 MW.
Sedangkan operasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Darajat dan Salak memiliki kapasitas pembangkit terpasang bruto masing-masing 274,5 MW dan 381 MW, termasuk didalamnya secara berturut-turut, kapasitas penjualan uap sebesar 55 MW dan 180 MW.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Listing Besok, Simak Prospek Bisnisnya hingga Peran Prajogo Pangestu
Dengan demikian total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik perseroan hingga tahun 2022 mencapai 886 MW dan diharapkan bertambah sebanyak 146 MW menjadi 1.032 MW pada 2027.
Perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu ini juga akan menambah kapasitas terpasang dari pembangkit listrik tenaga panas bumi di Wayang Windu, Salak, dan Darajat melalui penambahan cadangan panas bumi baru dan penerapan teknologi turbine dan cooling tower terbaru.
Selain itu, Group perseroan berencana untuk mengembangkan lapangan panas bumi di Sekincau Selatan dan Hamiding. Perseroan juga telah mengembangkan unit tambahan di Wayang Windu, yaitu Unit 3.

