Dahsyat! Market Cap Barito Renewable (BREN) Salip TLKM, Simak Kembali Prospek BREN
JAKARTA, Investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) berhasil menyalip PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang berada pada peringkat lima di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lompatan kapitalisasi saham Barito Renewable tersebut ditopang atas penguatan saham BREN hingga auto reject atas (ARA) pada perdagangan hari keenam setelah listing di BEI.
Berdasarkan data BEI, saham BREN melesat hingga ARA setelah naik Rp 590 (25%) menjadi Rp 2.950. Dengan demikian, saham ini telah melambung 278,20% dalam enam hari transaksi di BEI.
Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham BREN melesat menjadi Rp 394,66 triliun atau menyalip TLKM dengan kapitalisasi pasar Rp 380,39 triliun. Dengan demikian BREN kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kelima berada di bawah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 471,04 triliun.
Lalu, bagaimana sesusungguhnya prospek saham BREN hingga ARA berhari-hari? Perseroan dalam prospectus menyebutkan bahwa segmen bisnis BREN didukung kebijakan energi nasional 2014 dengan target 23% pembangkitan listrik berasal dari energi terbarukan pada 2025. Hal ini diharapkan membuat kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia bertumbuh pesat dari 2,6 GW pada 2023 menjadi 6,7 GW pada 2030 atau CAGR sebesar 14,6%.
Angka tersebut jauh di atas rata-rata CAGR global sebesar 5,8% pada jangka waktu yang sama. Bahkan, tahun 2030, Indonesia diharapkan menyumbang sebanyak 35% terhadap total kapasitas panas bumi global.
Pertumbuhan ini didukung oleh potensi sumber daya panas bumi Indonesia yang signifikan, pertumbuhan permintaan pasar yang pesat, dan dukungan kebijakan sebagai bagian utama rencana masa depan pemerintah untuk meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi.
Sedangkan dari sisi permintaan pasar, manajemen BREN menyebutkan, laju pertumbuhan tahunan energi listrik dalam negeri sebesar 4,8% pada 2023-2030. Prakiraan ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan proyeksi pra-Covid-19, yaitu 6,5%, dalam RUPTL 2019-2028 (sebelumnya).
Terkait dividen, manajemen BREN menyebutkan bahwa, perseroan merencanakan rasio pembayaran dividen sampai dengan 60% dari laba bersih tahun berjalan setiap tahun mulai tahun buku 31 Desember 2023. Perseroan juga mengungkap bahwa tidak ada negative covenant yang dapat menghambat Perseroan untuk melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Berdasarkan data kinerja keuangan Barito Renewables tercatat laba periode berjalan perseroan melesat dari US$ 158,76 juta pada 2021 menjadi US$ 172,56 juta pada 2022. Sedangkan Pendapatan bertumbuh dari US$ 537,36 juta menjadi US$ 569,78 juta.
Adapun hingga kuartal I-2023 tercatat laba bersih perseroan turun dari US$ 40,91 juta menjadi US$ 39,66 juta. Penurunan dipengaruhi atas kenaikan beban keuangan dan beban pajak penghasilan. Sedangkan pendapatan berhasil naik dari US$ 133,65 juta menjadi US$ 147,08 juta.
Bidik 1.032 MW
Barito Renewables Energy merupakan pengembang dan pemilik pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor lima di dunia. Perseroan dan melalui anak usahanya menguasai kapasitas pembangkit listrik sebanyak 886 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit perseroan ditargetkan bertumbuh menjadi 1.032 MW pada 2027.
Perseroan merupakan pemilik dan operator pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu, Salak, dan Darajat, dengan total kapasitas sebanyak 886 MW. Di antaranya, perseroan bertindak sebagai pemegang 90% saham Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWP) yang mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi.

