Top! Market Cap Barito Renewable (BREN) Salip BRI (BBRI)
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewable Energy (BREN) akhirnya menembus level Rp 6.050 pada perdagangan intraday sesi II Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/11/2023). Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN menyalip PT Bank Rakyat Indonesia TBk (BBRI).
Berdasarkan data BEI, saham BREN melesat Rp 300 (5,24%) menjadi Rp 6.025. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 5.725-6.050. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN senilai terbang menjadi Rp 806,06 triliun dan menjadikannya di peringkat kedua. Sedangkan market cap BBRI Rp 792,10 triliun dan menjadi uruta ketiga.
Baca Juga
IHSG Sesi I Dilanda Profit Taking, Saham PSDN, PEGE, dan TNCA Melesat
Aksi salip market cap BBRI tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam dua hari terakhir. Kemarin, market cap BREN sempat myenalip BBRI di sesi I perdagangan saham. Namun menjelang penutupan, BBRI kembali unggul dan menempati urutan terbesar kedua untuk market cap di BEI.
Terkait penguatan harga, saham perusahaan Prajogo Pangestu (BREN) ini telah berhasil mencatatkan lompatan harga sebanyak lebih dari 580% terhitung sejak listing perdana pada 9 Oktober 2023 pada level Rp 870 menjadi menjadi Rp 6.025 hingga perdagagnan intraday sesi II hari ini.
Perseroan telah menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 523,41 miliar. Coporate Secretary BREN Merly mengatakan, dewan direksi dan komisaris menyetujui dividen interim senilai Rp 523,41 miliar atau setara dengan Rp 3,91 per saham. Dividen tersebut rencanaya dibagikan pada 8 Desember 2023.
Baca Juga
Top! Kekayaan Prajogo Lagi-lagi Melesat Jadi US$ 40,2 Miliar
“Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 10 November, perseroan menetapkan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 523,41 miliar,” terangnya dalam penjelasan resminya di Jakarta.
Pembagian dividen tersebut juga didasarkan laba bersih yang dapat ditaribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan senilai US$ 84,47 juta hingga September 2023. Perseroan juga mencatatkan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunannya senilai US$ 491,83 juta dan total ekuitas mencapai US$ 460,28 juta.

