Tujuh Hari Listing, Barito Renewable (BREN) Sukses Salip Market Cap AMMN dan TLKM
JAKARTA, Investortrust.id – PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) kembali menorehkan prestasi menyalip kapitalisasi pasar (market cap) dua emiten sekaligus PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Selasa (17/10/2023).
Lompatan market cap tersebut menjadikan perusahaan Prajogo Pangestu ini kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat setelah menyalip TLKM dan AMMN. Sedangkan posisi pertama masih dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan ketiga PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
Baca Juga
Saham Melesat, Barito Renewable (BREN) Kembali Salip Market Cap Telkom (TLKM)
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/10/2023), saham BREN kembali ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan Rp 680 (24,73%) menjadi Rp 3.430. Lompatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar perseroan melambung menjadi Rp 458,88 triliun.
Angka tersebut jauh meninggalkan market cap saham TLKM mencapai Rp 374,45 triliun dan AMMN senilai Rp 449,46 triliun pada penutupan perdagangan hari ini. Padahal, kedua saham juga mencatatkan penguatan sepanjang hari ini.
Melesat 339%
Selain mencatatkan lompatan kapitalisasi pasar, harga saham perusahaan milik Prajogo Pangestu ini telah melesat sebanyak 339,74% dalam tujuh hari perdagangan di BEI.
Sebagaimana diketahui saham BREN memulai debut perdana di BEI sejak Senin (9/10/2023) dengan melepas saham pada harga Rp 780. Saat itu, perseroan meraup dana hingga Rp 3,13 triliun.
Baca Juga
Pasar Kripto Bergerak Positif, Meski ETF Bitcoin Spot Belum Disetujui
Barito Renewables Energy merupakan pengembang dan pemilik pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor lima di dunia. Perseroan dan melalui anak usahanya menguasai kapasitas pembangkit listrik sebanyak 886 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit perseroan ditargetkan bertumbuh menjadi 1.032 MW pada 2027.
Berdasarkan data kinerja keuangan Barito Renewables tercatat laba periode berjalan perseroan melesat dari US$ 158,76 juta pada 2021 menjadi US$ 172,56 juta pada 2022. Sedangkan Pendapatan bertumbuh dari US$ 537,36 juta menjadi US$ 569,78 juta.
Baca Juga
Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Ungkap Dampak Bisnis Pasca Akuisisi Anak Usaha INDY Rp 3,35 T
Adapun hingga kuartal I-2023 tercatat laba bersih perseroan turun dari US$ 40,91 juta menjadi US$ 39,66 juta. Penurunan dipengaruhi atas kenaikan beban keuangan dan beban pajak penghasilan. Sedangkan pendapatan berhasil naik dari US$ 133,65 juta menjadi US$ 147,08 juta.

