Saatnya Memanen Hasil Investasi Besar-besaran, Saham Jasa Marga (JSMR) Kian Menarik
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) diprediksi mulai memanen hasil dari investasi besar-besaran yang telah direalisasikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berpotensi menciptakan tingkat pertumbuhan tahunan laba bersih akan signfikan dalam lima tahun ke depan.
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa investasi besar penambahan ruas tol dalam satu dekade terakhir telah membuat rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih perseroan hanya 6%.
Investasi besar-besaran tersebut juga telah membuat DER perseroan melompat menjadi 1,7 kali tahun 2023, dibandingkan tahun 2022 baru mencapai 0,7 kali. Perseroan juga dilanda profitabilitas yang cenderung tergerus akibat peningkatan beban bunga dalam 10 tahun terakhir.
Baca Juga
Boyong 2 Penghargaan Best Stock Awards, Jasa Marga (JSMR) Komitmen Lanjutkan Kinerja Positif
“Kami memperkirakan tahun 2024 akan menjadi momentuh terhadap lompatan laba signifikan perseroan dari seluruh investasi besar-besaran yang telah direalisasikan dalam 10 tahun terakhir. Perseroan mulai meraup keuntungan dari sejumlah ruas tol baru yang telah dikembangkan bersamaan dengan kenaikan tarif sejumlah ruas tol,” tulis analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan perhitungan, ruas tol baru diharapkan berkontribusi sebanyak 10% terhadap total pendapatan tahun 2029. Sedangkan pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) laba bersih perseroan diperkirakan mencapai 19% dalam lima tahun mendatang.
Didukung outlook lompatan laba bersih bersamaan belanja modal yang cenderung moderat dalam beberapa tahun ke depan, dia mengatakan, perseroan berpotensi mencetak neraca keuangan kuat dengan kas bersih yang besar. “Kami juga memperkirakan rasio utang bersih bakal turun menjadi 1 kali tahun 2029, dibandingkan perkiraan tahun 2023 sekitar 1,8 kali,” terangnya.
Baca Juga
Kantong-Kantong Baru Pendapatan Jasa Marga (JSMR) yang Bikin Sahamnya Atraktif
Perseroan juga diperkirakan mampu memperbaiki interest coverage ratio menjadi 3,2 kali tahun 2029, dibandingkan perkiraan tahun lalu sekitar 1,6 kali.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, perseroan akan didukung sentiment positif rencana divestasi sebagian saham jalan tol Trans Jawa (JTT) pada semester I-2024. Divestasi ini diperkirakan mendatangkan dana segar Rp 11,6 triliun melalui pelepasan sekitar 35% saham JTT.
Baca Juga
NIM Melesat, BRI (BBRI) Cetak Laba Bersih Terbesar Sepanjang Masa Rp 60,1 Triliun
“Kami memperkirakan divestasi sebagian saham JTT akan berdampak positif terhadap neraca keuangan JSMR,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga baru Rp 6.025. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 8,5 kali dan PE sekitar 16 kali.
Estimasi Kinerja Keuangan JSMR
Sumber: Sucor Sekuritas

