Pertumbuhan Bisa Lebih Pesat, Prospek Keuangan dan Saham Jasa Marga (JSMR) Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menunjukkan performa keuangan pesat sepanjang kuartal I-2024. Kenaikan tersebut didukung peningkatan tarif ruas tol perseroan sejak tahun lalu dan adanya konsolidasi tiga ruas tol setelah dituntaskan buyback RDPT Tol Batang-Semarang, tol Ngawi-Kertosono, dan tol Solo-Ngawi.
Bahkan, tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diprediksi lebih kuat pada beberapa kuartal mendatang didukung peningkatan trafik selama kuartal II selama lebaran.
Baca Juga
Meski Laba Melesat, Jasa Marga (JSMR) Hanya Bagikan Dividen Segini
Jasa Marga (JSMR) membukukan peningkatan laba periode berjalan yang dapa ditribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 565,28 miliar hingga kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 497,56 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan lompatan pendapatan perseroan dari Rp 6,04 triliun menjadi Rp 4,45 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tol dan pendapatan konstruksi.
Estimasi Kinerja Keuangan JSMR
Sumber: Sucor Sekuritas
“Melihat kinerja kuat tersebut, kami mempertahankan estimasi laba bersih perseroan mencapai Rp 2,7 triliun tahun ini atau bertumbuh dari realisasi tahun lalu Rp 2,6 triliun. Sedangkan realisasi kuartal I-2024 sudah setara dengan 22% dari target sepanjang tahun ini,” tulis analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Dia melanjutkan, peningkatan kinerja keuangan tahun ini akan didukung pulihnya trafik ruas tol, khususnya ruas yang dikenakan tarif khusus Solo-Ngawi. Pertumbuhan juga didukung kenaikan tarif ruas tol Japek dan jalan laying Japek. Terakhir, kenaikan didukung peningkatan tarif ruas tol dalam waktu dekat dalam beberapa kuartal mendatang.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Catatkan Lonjakan Volume Lalu Lintas Ruas Tol di Luar Jawa
Selain faktor tersebut, Sucor Sekuritas menyebutkan, Jasa Marga (JSMR) akan mendapatkan keuntungan atas rencana divestasi sebagian saham ruas tol JTT pada semester I tahun ini. Berdasarkan perhitungan, nilai divestasinya mencapai Rp 11,6 triliun yang sebagian besar dana tersebut akan dimanfaatkan dalam memangkas utang.
Namun demikian, dia mengatakan, perseroa masih membutuhkan dana pinjaman besar untuk membiayai pengembangan lima ruas tol. Nilai investasi pembangunan ruas tersebut berpotensi menelan belanja modal senilai Rp 58 triliun.
“Meskipun divestasi bisa menurunkan total utang jangka pendek, kami tetap mengantispasi peluang kenaikan rasio utang JSMR ke level sebelumnya untuk jangka panjang, karena perusahaan perlu mengamankan pembiayaan besar untuk pembangunan lima ruas tol berikutnya,” tulisnya.
Grafik Saham JSMR

