Kenaikan Tarif Menanti, Begini Prospek dan Target Saham Jasa Marga (JSMR)
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kian membara, seiring rencana kenaikan tarif beberapa ruas tol tahun ini. Prospek tersebut juga didukung pengoperasian ruast tol baru.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 5.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan revisi naik target laba per saham tahun ini.
Baca Juga
Saatnya Memanen Hasil Investasi Besar-besaran, Saham Jasa Marga (JSMR) Kian Menarik
“Jasa Marga akan melakukan penyesuaian tarif ruas tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Cikampek Eevated (MBZ) dengan rata-rata kenaikan gabungan mencapai 35,2%. Kami melihat bahwa ruas tol ini mendapatkan penyesuaian tarif khusus sebagai kompensasi penugasan pemerintah kepada Jasar Marga untuk membangun lane baru di ruas tol yang sudah ada ini,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas di Jakarta, kemarin.
Dengan asumsi ceteris paribus, Mandiri Sekuritas menyebutkan, penyesuaian tarif khusus tersebut mendatangkan potensi kenaikan EPS sekitar 8,4% bagi Jasar Marga tahun ini. Hal ini menjadikan saham JSMR layak direkomendasikan beli, apalagi ruas tersebut berkontribusi besar mencapai 10,4% terhadap total pendapatan perseroan hingga September 2023.
Pemberian tarif khusus tersebut, terang Mandiri Sekuritas, sejalan dengan penugasan pemerintah kepada perseroan untuk membangun lane baru Jakarta-Cikampek senilai Rp 800 miliar. Penyesuaian khusus juga dipicu adanya penundaan kenaikan tarif sejak 2021.
Selain tol Jakarta-Cikampek, Mandiri Sekuritas menyebutkan, penguatan prospek saham JSMR didukung rencana penyesuaian tarif tujuh ruas tol tahun ini. Di antaranya, tarif tol Surabaya-Mojokerto, Manado-Bitung, Nusa Dua, Gempol-Pandaan, Jakarta Inner Road, Jakarta-Tangerang. Ruas tersebut akan mengalami penyesuaian berkisar 6,5-7%.
Sebelumnya, Sinarmas Sekuritas merevisi naik target harga saham JSMR dari Rp 5.100 menjadi Rp 7.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat tahun ini.
Baca Juga
Kantong-Kantong Baru Pendapatan Jasa Marga (JSMR) yang Bikin Sahamnya Atraktif
Sinarmas Sekuritas menyebutkan revisi naik target harga tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi pertumbuhan pendapatan pengoperasioan jalan tol mencapai 16-18% tahun ini, pertumbuhan EBITDA diperkirakan lebih dari 15%, margin EBITDA diperkirakan mencapai 64-66%, ICR diprediksi lebih dari 2 kali, rasio utang diperkirakan turun menjadi sekitar 2,2-2,4 kali, dan maksimum investasi tol baru mencapai Rp 8-10 triliun tahun ini.
Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery mengatakan, pertumbuhan pendapatan tol perseroan berasal dari pengoperasian tol baru tahun ini, seperti tuntasnya pembangunan Cinere-Serpong sepanjang 3,64 km. Dengan demikian tercipta integrasi JORR 2 dengan Cinere-Jagorawi.
Selain itu, perseroan membidik pengoperasian tiga tol baru tahun ini, yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan (Seksi III), Jogja-Bawen seksi I, dan Joga-Solo seksi IA. “Strategi ini memperkuat konektivitas ruas tol perseroan yang akhirnya diharapkan dapat meningaktkan lalu lintas dan pendapatan ruas tol yang dikelolanya,” terangnya.

