Jasa Marga (JSMR) Ungkap Target Pendapatan dan Rasio Dividen, Bagaimana Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) optimistis kinerja keuangan akan kembali tumbuh pada 2026 seiring rencana penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol. Perseroan juga diperkirakan mempertahankan rasio pembagian dividen setara dengan tahun sebelumnya.
Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa manajemen Jasa Marga dalam paparan kinerja kuartal IV-2025 menargetkan pertumbuhan pendapatan jalan tol dan EBITDA sebesar 4–6% pada 2026.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diperkirakan lebih banyak ditopang oleh penyesuaian tarif dibandingkan peningkatan volume lalu lintas. Tercatat sebanyak 20 ruas tol perseroan diperkirakan akan mengalami penyesuaian tarif pada tahun ini.
Baca Juga
Di sisi investasi, Mandiri Sekuritas memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) Jasa Marga pada 2026 berada di kisaran Rp 11–14 triliun.
Perseroan juga memberikan panduan pembagian dividen dengan rasio pembayaran sekitar 25% dari laba atribusi, atau setara dengan rasio dividen tahun sebelumnya.
Seiring prospek kinerja tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp5.800 per saham, dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya di level Rp3.340.
Baca Juga
Pada 2025, Jasa Marga mencatatkan penurunan laba tahun berjalan sebesar 14,28% menjadi Rp 4,80 triliun, dibandingkan Rp 5,60 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut juga berdampak pada laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang turun menjadi Rp 3,65 triliun dari Rp 4,53 triliun. Laba per saham juga turun dari Rp 625 menjadi Rp 504.
Penurunan kinerja tersebut dipengaruhi oleh turunnya total pendapatan dari Rp 31,75 triliun menjadi Rp 20,89 triliun, terutama akibat penurunan pendapatan konstruksi. Meski demikian, laba usaha perseroan masih mencatatkan peningkatan dari Rp 9,50 triliun menjadi Rp 9,64 triliun.

