Melihat Prospek 2024, Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Jasa Marga (JSMR)
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan tarif ruas tol, penambahan ruas tol, dan divestasi sebagian saham ruas tol akan menjadi factor utama penopang laba bersih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tahun depan. Apalagi trafik kendaraan ruas tol diperkirakan lanjutkan pertumbuhan tahun 2024.
Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas merevisi naik target harga saham JSMR dari Rp 4.700 menjadi Rp 5.600 dengan rekomendasi dipertahankan add.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Bilang Ini Terkait Probabilitas Dividen Lebih Besar Tahun Ini
Terkait lompatan laba bersih Jasa Marga (JSMR) hingga September 2023 sebanyak 493% menjadi Rp 5,97 triliun didukung raihan keuntungan dari nilai wajar investasi asosiasi senilai Rp 4,01 triliun.
Analis CGS CIMB Sekuritas Genie Purnamasari dan Bob Setiadi mengatakan, realisasi laba bersih JSMR hingga September 2023 tersebut telah jauh di atas perkiraan CIMB Sekuritas dan konsensus analis. Lompatan tersebut didukung keuntungan dari nilai wajar investasi asosiasi.
Hanya saja, CIMB Sekuritas menyebutkan, kinerja keuangan perseroan tahun depan tidak lagi didukung keuntungan dari nilai wajar investasi asosiasi. Penopang utama akan bersumber dari kenaikan tarif sejumlah ruas tol bersamaan dengan peningkatan trafik kendaraan.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Prediksi 44 Juta Pemudik Nataru, Jalur Darat Tetap Favorit
Pertumbuhan keuntungan juga diharapkan data dari divestasi Sebagian saham Jasamarga Transjava Tollroad (JTT) dengan target semester I-2024. Divestasi tersebut diharapkan berimbas terhadap penurunan beban keuangan dengan target menjadi Rp 4 triliun.
CIMB Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 6,48 triliun, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 2,74 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan tahun depan diperkirakan mencapai Rp 2,77 triliun.

