Didukung Hal Ini, Sekuritas Ini Ikut Revisi Naik Target Kinerja dan Saham Jasa Marga (JSMR)
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) direvisi naik, seiring dengan estimasi berlanjutnya lompatan kinerja keuangan tahun ini. Peningkatan trafik bersamaan dengan tarif ruas tol perseroan menjadi faktor penopang utamanya.
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target laba bersih JSMR tahun ini dari semula Rp 2,90 triliun menjadi Rp 3,04 triliun. Begitu juga dengan target pendapatan jalan tol direvisi naik dari Rp 17,18 triliun menjadi Rp 18,89 triliun.
Baca Juga
Usai Laba 2023 Terbang, Bagaimana Dengan Target Saham Jasa Marga (JSMR)?
Analis Trimegah Sekuritas Alberto Jonas Kusuma dan Kharel Devin Fielim mengatakan, peningkatan tarif ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) sebesar 35% sejak 9 Maret 2024 akan berimbas terhadap lompatan pendapatan dari ruas ini sekitar 26% menjadi Rp 1,7 triliun tahun ini. Lompatan tersebut akan menjadikan kontribusi laba ini bisa naik ke Rp 250 miliar.
Revisi naik kinerja keuangan perseroan, ungkap Trimegah Sekuritas, didukung konsolidasi kembali tiga ruas tol, seperti Solo-Ngawi, Semarang-Batang, dan Ngawi-Kertosono-Kediri, setelah pembelian kembali (buyback) penyertaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dirampungkan.
“Revisi naik prospek keuangan dan saham JSMR juga didukung belanja modal dan rasio utang yang terkendali atau sama dengan realisasi tahun 2023. Diperkirakan rasio utang perseroan stabil level 1,8 kali dan diharapkan turun menjadi 1,6 kali tahun 2025,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Laba Bersih Jasa Marga (JSMR) Melesat 147,81%, Ternyata Gara-gara Ini
Sebelumnya, Sucor Sekuritas telah terlebih dahulu merevisi naik target harga saham JSMR menjadi Rp 6.600 dengan rekomendasi beli. Target tersebut mengimplikasikan perkriaan EP 10,3 kali.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, laba bersih Jasa Marga (JSMR) diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun tahun 2024 dan kembali meningkat menjadi Rp 2,8 triliun pada 2025. “Faktor utama peningkatan laba berasal dari kenaikan tarif ruast tol tahun lalu yang dampaknya terefleksi penuh pada laporan kinerja keuangan tahun 2024,” tulisnya.
Melihat peningkatan trafik kendaraan ditambah dengan penambahan ruas tol baru, tingkat rata-rata pertumbuhan laba bersih JSMR dalam lima tahun mendatang bisa mencapai 10% per tahun.
Baca Juga
Jasa Marga: Integrasi Tol Japek - Jalan Layang MBZ Pangkas Waktu Tempuh Perjalanan 60%
Tahun lalu, JSMR mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 147,81% menjadi Rp 6,79 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,74 triliun.
Lompatan laba tersebut didukung sejumlah faktor, seperti peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 16,58 triliun menjadi Rp 21,31 triliun. Pertumbuhan tertinggi disumbangkan pendapatan konstruksi dari Rp 2,80 triliun menjadi Rp 5,75 triliun.
Prediksi Kinerja Keuangan JSMR
Sumber: Trimegah Sekuritas

