Target Saham Jasa Marga (JSMR) Dipangkas, Sekuritas Ini Ungkap Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) direvisi turun dari Rp 6.500 menjadi Rp 6.200. Meski demikian, saham operator jalan tol terbesar di Indonesia ini tetap direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta kemarin menyebutkan bahwa revisi turun target harga tersebut mempertimbangkan penurunan pendapatan dan laba bersih inti perseroan pada kuartal III-2024, dibandingkan kuartal II-2024 dan kuartal III-2023.
Baca Juga
Perseroan membukukan penurunan pendapatan sebanyak 3% dari Rp 4,89 triliun pada kuartal II menjadi Rp 4,74 triliun pada kuartal III-2024. Begitu juga dengan laba bersih inti perseroan turun dari Rp 1,01 triliun pada kuartal II menjadi Rp 894 miliar pada kuartal III-2024.
Estimasi Kinerja Keuangan JSMR
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Richard Jerry menyebutkan, penurunan pendapatan dan laba bersih per kuartal III mendorong direvisi turun target kinerja keuangan Jasa Marga tahun ini.
Proyeksi pendapatan perseroan tahun ini direvisi turun dari semula Rp 18,76 triliun menjadi Rp 18,65 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih inti direvisi turun dari semula Rp 3,38 triliun menjadi Rp 3,25 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan lebih tinggi dari semula Rp 3,98 triliun menjadi Rp 4,06 triliun.
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan 54 Bulan Beruntun, Capai US$ 2,48 Miliar Oktober
Sebelumnya, Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, keberhasilan Jasa Marga (JSMR) menuntaskan divestasi 35% ruas Jalan Tol Transjawa akan berdampak terhadap penurunan beban utang. Sebab, dana yang diraup dari aksi penjualan saham tersebut bakal digunakan untuk pemangkasan utang dan investasi.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 6.600. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA dan P/E masing-masing 10,3 kali dan 17,2 kali.
Dia menyebutkan bahwa keberhasilan menuntaskan divestasi JTT tentu perseroan akan memperoleh dana bersih berkisar Rp 11 triliun. Meski pembayaran dana tersebut dilakukan secara bertahap, tetap tuntas tahun ini.
Grafik Saham JSMR

