Bersiaplah Memanen Dividen 60% dari Indo Tambangraya
JAKARTA, investortrust – Para pemegang saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) bersiaplah untuk memperoleh 60% dividen yang akan ditebar pada November 2023. Setidaknya besaran rasio dividen 60% dari laba bersih semester I tersebut merupakan prediksi Mirrae Asset Sekuritas Indonesia.
Dalam risetnya, analis Rizkia Darmawan dan Abyan Yuntoharjo menyatakan, dengan mempertimbangkan kinerja semester I-2023 yang terbaru, Mirrae mengharapkan perusahaan akan mendistribusikan sekitar 60% dari laba bersih sebagai dividen. Totalnya sekitar Rp 2.461 per saham dividen interim pada bulan November, yang mencerminkan yield sekitar 8,9% dari harga saat ini.
Oleh karena itu, Mirrae merekomendasikan trading buy ITMG dengan target harga (TP) sebesar Rp 30.400, mencerminkan P/E sekitar 3,1x.
Memang, kata Rizkia, ada tantangan risiko terhadap kinerja ITMG ke depan. Antara lain harga batu bara dan volume penjualan yang lebih rendah dari yang diharapkan, persaingan dengan batu bara dari Rusia dan Australia di pasar ekspor, serta perubahan regulasi.
Rata-rata penjualan ITMG berada pada diskon sekitar 20-30% dari harga batu bara Newcastle, yang saat ini diperdagangkan dengan rata-rata US$ 139/ton pada Agustus ini. “Oleh karena itu, kami mengharapkan rata-rata harga jual (ASP) berada di kisaran US$ 97-111/ton dalam periode yang sama. Meskipun ada kemungkinan penurunan sedikit dalam ASP, hal ini dapat diredam jika tren biaya tunai tetap lebih efisien daripada tingkat saat ini. Kami melihat bahwa perusahaan masih memiliki cukup ruang dukungan profitabilitas untuk membiayai potensi peningkatan volume produksi, mengingat regulasi yang lebih menguntungkan terkait pendapatan ekspor (DHE) baru-baru ini,” demikian analisis Mirrae.
Kinerja ITMG sendiri pada semester I-2023 sesuai dengan perkiraan sebelumnya. ITMG mencatatkan pendapatan kuartal II-2023 sebesar US$ 614 juta (-10% QoQ dan -22% YoY), sehinga pendapatan semester I menjadi US$ 1.299 juta (-9% YoY). Volume penjualan batu bara meningkat 19% YoY menjadi 5,4 juta ton, didorong oleh penjualan kuat dari Indominco dan Bharinto, masing-masing sebanyak 1,8 juta ton (+32% QoQ) dan 1,7 juta ton (+10% QoQ). Sehingga menghasilkan penjualan kumulatif semester I sebanyak 9,9 juta ton (+22% YoY).
Secara positif, biaya tunai kuartal II-2023 turun 11% QoQ, didorong oleh biaya transportasi dan bahan bakar yang lebih rendah sekitar 21-22%, pengurangan biaya penambangan sekitar 4%, dan penurunan tarif royalti sekitar 3 poin persentase.
Laba bersih semester I tercatat sebesar US$ 307 juta (-33,4% YoY), yang kami anggap sesuai dengan perkiraan laba bersih konsensus kami untuk tahun ini sebesar US$ 745/638 juta,” kata Rizkia.
Produksi batu bara tetap kuat dan dapat menopang pendapatan perusahaan. Total produksi batubara semester I sebesar 8,2 juta ton (+7% YoY).

