Garuda Indonesia (GIAA) Pastikan Posisi Keuangan Sehat Tahun Ini
TANGERANG, Investortrust.id - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra memastikan bahwa kinerja emiten penerbangan berkode GIAA yang ia pimpin berada dalam posisi yang sehat tahun ini.
“Sehat sudah,” ujarnya singkat kepada Investortrust.id, usai peresmian Waste Station di Garuda Sentra Operasi (GSO), Bandara International Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/12/2023).
Dengan pernyataan ini, bisa dibilang kondisi keuangan flag carrier penerbangan Tanah Air ini mulai berbalik dari posisi merugi yang dialaminya dalam tiga kuartal belakangan ini.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Menang Atas Gugatan Greylag Entities di Pengadilan Paris
Namun, Irfan belum mau menjelaskan secara detail sejauh mana tingkat kesehatan perusahaan yang dimaksud. “Jadi nanti tunggu saja pengumuman, biasanya akhir kuartal (2023),” ujarnya.
Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir kondisi keuangan di Garuda Indonesia memang menghadapi masa yang menantang, yakni mencatatkan kerugian. Namun, dalam beberapa waktu ke belakang mulai mencatat pemulihan kinerja keuangan.
Pada 2021 misalnya, merujuk laporan keuangan publikasi di website, perusahaan ini mencatatkan kerugian sebesar US$ 4,17 miliar. Kemudian pada 2022 sukses membalikkan neraca dengan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$ 3,73 miliar.
Baca Juga
Garuda (GIAA) Ungkap Aksi Korporasi, Nilai Transaksinya US$ 50 Juta
Berikutnya pada paruh pertama tahun ini, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 58,8% menjadi US$ 1,39 miliar sepanjang semester pertama 2023. Ujungnya terjadi penyusutan kerugian menjadi sebesar US$ 76,38 juta.
Sementara itu pada kuartal ketiga tahun ini, laba periode berjalannya tercatat sebesar US$ 3,70 miliar. (CR-13)
