Prabowo Soroti Pemulihan Garuda, Saham Garuda (GIAA) Sempat Melonjak 5,56%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sempat menguat 5,56% ke level Rp76 per saham pada perdagangan Jumat (14/8/2026), setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti upaya pemulihan maskapai pelat merah tersebut dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung kondisi Garuda Indonesia yang sebelumnya berada di ambang kepailitan dan menghadapi puluhan pesawat yang grounded karena tidak dapat diperbaiki. “Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded, tidak bisa mereka perbaiki, kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded,” kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Puji Danantara Pimpinan Rosan Roeslani, Pantas Raih Bintang Kehormatan
Menurut Prabowo, pemerintah telah meningkatkan jumlah pesawat Garuda Indonesia yang kembali beroperasi sebanyak 20 unit hingga Juni 2026. Dengan demikian, total pesawat yang telah direaktivasi mencapai 140 unit. “Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat,” ucap Presiden.
Mengacu data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GIAA sempat menguat 5,56% ke level Rp76 per saham pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Namun, pada penutupan perdagangan sesi I, saham GIAA berada di level Rp73 per saham, atau menguat 1,39%. Adapun kenaikan harga dalam lima hari terakhir telah lebih dari 35%.
Ditargetkan Untung 2027
Prabowo mengatakan kondisi Garuda Indonesia yang selama bertahun-tahun mengalami kerugian kini mulai menunjukkan harapan untuk kembali mencatatkan keuntungan.
Bahkan, pemerintah menargetkan Garuda Indonesia mulai membukukan laba pada awal 2027. “Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung,” tutur Prabowo. “Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” lanjutnya.
Baca Juga
Pidato Lengkap Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR Bersama DPR - DPD
Di tengah upaya pemulihan kinerja, Garuda Indonesia masih mencatatkan kerugian pada kuartal I-2026. Emiten penerbangan pelat merah tersebut membukukan rugi bersih US$41,62 juta atau setara sekitar Rp707,49 miliar.
Meski masih merugi, pendapatan GIAA meningkat menjadi US$762,35 juta pada kuartal I-2026, dari US$723,56 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut berasal dari penerbangan berjadwal sebesar US$648,10 juta, penerbangan tidak berjadwal US$24,98 juta, serta pendapatan lain-lain US$89,27 juta.
Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban usaha Garuda Indonesia juga tercatat meningkat menjadi US$718,36 juta, dari US$713,22 juta secara tahunan.

