Tuntaskan Rights Issue, Land Bank PIK2 (PANI) Melonjak Jadi 1.599 Ha
JAKARTA, investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 kuasai cadangan lahan seluas 1.599 hektare usai merampungkan penerbitan saham baru yang dananya digunakan untuk mengakuisisi tujuh perusahaan.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan, penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) kedua hampir rampung, sehingga PANI akan memiliki lahan seluas 1.599 ha yang terletak di PIK 2.
Baca Juga
Jelang Berakhir Periode Perdagangan HMETD, Saham PIK2 (PANI) Cetak Rekor Baru
“Kami juga akan terus berusaha untuk merealisasikan target penjualan property yang sudah ditetapkan tahun 2024. Saya juga sangat optimistis dengan prospek bisnis PANI ke depan dana pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum,” ujarnya dalam penjelasan resminya, Rabu (13/12/2023).
Terkait target marketing sales tahun 2024, manajemen PANI menyebutkan, ditarget senilai Rp 5,5 triliun. Target tersebut bertumbuh sebanyak 158% dari proyeksi tahun ini senilai Rp 2,1 triliun.
Lonjakan marketing sales tersebut mempertimbangkan penuntasan akuisisi sebanyak tujuh perusahaan tahun ini, yaitu PT Bumindo Mekar Wibawa; PT Cahaya Inti Sentosa; PT Jaya Indah Sentosa; PT Karunia Utama Selaras; PT Kemilau Karya Utama; PT Sharindo Matratama; dan PT Sumber Cipta Utama serta PT Panorama Eka Tunggal untuk menambah cadangan lahan.
Baca Juga
Target Optimistis Tercapai, PIK2 (PANI) Cetak Marketing Sales Rp 1,7 Triliun
“Target tahun ini dapat terwujud melalui berbagai produk yang akan dipromosikan oleh sembila anak usaha mulai dari harga Rp 1 -60 miliar per unit rumah tapak, produk komersial (ruko, rukan, SOHO, gudang) dengan kisaran harga Rp 3,5 – 11,3 miliar per unit dan kavling komersial,” tulis manajemen PIK2.
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa penjualan produk komerial diprediksi tetap penyumbang terbesar marketing sales perseroan tahun 2024 dengan perkiraan sebanyak 42%. Kumudian properti residensial dengan kontribusi sebesar 36%, dan sisanya penjualan tanah komersial22%.

