Rights Issue Tuntas, Kendali Aguan-Salim di PIK2 (PANI) Bertambah Jadi 89,2%
JAKARTA, investortrust.id – Sugianto Kusuma (Aguan) dengan Salim Group melalui PT Multi Artha Pratama selaku pengendali menuntaskan penambahan sebanyak 2,02 miliar saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2. Tambahan tersebut terealisasikan setelah PANI merampungkan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HEMTED) bulan lalu.
Perseroan sebelumnya menuntaskan rights issue sebanyak 2,097 miliar saham baru dengan raihan dana Rp 10,48 triliun pada Desember 2023. Multi Artha selaku pengendali menyerap 2,022 miliar saham baru tersebut atau setara dengan 96,46% rights issue saham PANI.
Baca Juga
Saham PIK2 (PANI) Melorot Usai Rights Issue, Bagaimana Prospeknya?
Besarnya jumlah saham yang diserap Multi Artha sejalan dengan posisinya sebagai pembeli siaga rights issue tersebut. Adapun investor publik hanya menyerap 3,53% saham baru tersebut.
Aksi tersebut, dalam registrasi bulanan pemegang saham di BEI Sabut (6/1/2024) mengungkap bahwa porsi kepemilikan saham perusahaan yang dikendalikan Sugianto Kusuma alias Aguan dengan Salim Group tersebut bertambah dari 88,07% menjadi pemegang sebanyak 89,2% saham PANI. Sedangkan porsi saham publik berkurang dari semula 11,93% menjadi 10,8% sahm PANI.
Sebelumnya, analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo merekomendasi beli dengan target harga Rp 7.225 per saham. Saham PANI masih atraktif dengan peluang penguatan pesat ke depan. Saat ini, saham PANI ditransaksikan terdiskon sektiar 58% dari perkriaan nilai aset bersih (RNAV) perseroan.
Baca Juga
Gandeng Perusahaan Ini, PIK2 (PANI) Ikut Berinvestasi di IKN
Target harga tersebut mempertimbangkan aksi perseroan baru-baru ini mengakuisi lahan dengan lokasi strategis, yaitu berdekatan dengan PK 2 CBD.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi penjualan marketing (marketing sales) PIK2 tahun 2024 mencapai Rp 5,5 triliunatau naik lebih dari dua kali lipat dari target tahun 2023 senilai Rp 2,1 triliun. Bahkan, target tersebut juga lebih tinggi dari perkiraan Sucor Sekuritas sekitar Rp 4,5 triliun.
Berdasarkan perkiraan, Sucor Sekuritas menyebutkan, target tersebut optimistis tercapai dengan perkiraan kontribusi senilai Rp 2 triliun dari penjualan properti residensial, produk komersial senilai Rp 2,3 triliun, dan penjualan lahan komersial mencapai Rp 2,3 triliun.

