Saham PIK2 (PANI) Melambung 100%, Analis: Prospek Cerah Usai Rights Issue
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 telah melesat lebih dari 100% setelah diumumkan rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue saham. Volume perdagangan sahamnya juga bertambah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PANI telah menguat dari Rp 1.790 pada 9 Agustus menjadi Rp 3.570 pada penutupan perdagangan Selasa (5/9/2023) atau telah melesat sebanyak 99,44%.
Baca Juga
Berkat lonjakan harga tersebut, PANI menjadi emiten properti dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar mencapai Rp 48,30 triliun. Nilai tersebut jauh di atas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan market cap Rp 24,5 triliun.
Terkait lonjakan harga saham tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, membuat valuasi harga saham PANI menjadi premium atau diskon terhadap NAV menjadi yang paling rendah, dibandingkan emiten properti lainnya.
Penguatan harga tersebut, menurut dia, merefleksikan tingginya ekspektasi investor terhadap kinerja keuangan dan penjualan properti perseroan ke depan usai menuntaskan aksi koporasi tersebut.
Baca Juga
Dipimpin BBNI dan BBRI, Investor Asing Net Buy Rp 150 Miliar
Victor menambahkan, lompatan harga saham PANI dalam sebulan ini juga menggambarkan terbukanya peluang perseroan untuk kembali mengakuisisi lahan dari Agung Sedayu ke depan, meskipun luas lahan tidak sebesar rencana saat ini.
PIK2 tengah mempersiapkan aksi penggalangan dana senilai Rp 9,4 triliun melalui HMETD dengan menerbitkan maksimal sebanyak 8 miliar saham baru. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengakusisi tujuh perusahaan.
Akusisi tersebut berpotensi menjadikan cadangan lahan (land bank) perseroan melompat menjadi sekitar 1.500 hektare, dibandingkan posisi saat ini berkisar 1.000 hektare di area PIK2. Aksi ini akan menjadi perusahaan sebagai pemegang mayoritas cadangan lahan di PIK2.
Terkait valuasi saham PANI, dia mengatakan, telah mencapai premium dengan asumsi NAV perseroan mencapai Rp 121,4 triliun, dibandingkan dengan market cap berkisar Rp 50 triliun. Angka tersebut setara dengan diskon sekitar 58% terhadap NAV.
Baca Juga
Berdasarkan kalkulasi BRI Danareksa Sekuritas, valuasi tersebut tergolong premium, dibandingkan dengan emiten properti lainnya. Harga premium tersebut tentu menggambarkan ekspektasi pasar yang cerah terhadap masa depan perseroan.
Hingga semester I-2023, perseroan membukukan penjualan properti (marketing sales) senilai Rp 2,13 triliun. Penjualan tersebut ditopang penjualan commercial land lot dan commercial products berkisar Rp 1,13 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih bertumbuh masing-masing menjadi Rp 919 miliar dan Rp 211 miliar hingga akhir Juni 2023.

