Saham PIK2 (PANI) Melorot Usai Rights Issue, Bagaimana Prospeknya?
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan harga saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melanjutkan koreksi pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12/2023). Saham PANI terkoreksi setelah mencpai level penutupan tertinggi Rp 5.875 pada 11 Desember.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham BEI pada penutupan sesi I, saham PANI melorot Rp 230 (4,81%) menjadi Rp 4.550. Harga tersebut jauh di bawah harga tebus PANI-R di level Rp 5.000.
Baca Juga
Apindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Sekitar 4,8-5,2%
Saham perusahaan yang dikendalikan grup Agung Sedayu dan grup Salim ini berangsur-angsur turun dalam sepekan terakhir atau setelah periode rights issue dituntaskan. Lalu, bagaimana prospek sahamnya?
Meski saham PANI cenderung terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset sebelumnya menyebutkan, bahwa saham PIK2 (PANI) memiliki potensi menuju level Rp 7.225 usai menuntaskan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) yang berdampak terhadap lonjakan cadangan lahan (land bank) perseroan menjadi 1.599 ha.
“Kami mendorong investor dengan merekomendasikan beli saham PANI dengan target harga Rp 7.225 didukung sejumlah keunggulan,” tulis analis analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Sucor memberikan alasan saham PANI layak untuk direkomendasikan beli, yaitu pertama penugasan pendiri Agung Sedayu Sugianto Kusuma menjadi direktur utama PANI diharapkan menjadi jaminan terlaksananya seluruh strategi yang telah ditetapkan.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Bidik Lompatan Marketing Sales Jadi Rp 5,5 Triliun di 2024
Alasan kedua valuasi saham PANI kian menarik setelah berhasil menuntaskan penerbitan saham baru yang berdampak terhadap lompatan cadangan lahan. “Ketiga valuasi saham PANI saat ini tergolong menarik didasarkan valuasi DCF,” terangnya.
PIK2 merupakan pengembangan property yang digagas Sugianto Kusuma (Agung Sedayu) dan Anthoni Salim (Salim Group). Kedua grup besar tersebut berupaya menjadikan PIK2 sebagai proyek property paling popular dan sukses di Indonesia. Kesuksesan pengembangan tersebut akan menciptakan tingkat pertumbuhan kinerja yang baik ke depan.

