Saham PIK2 (PANI) malah Turun Jelang Hajatan Besar Ini, Bagaimana Prospeknya?
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 bersiap menggelar hajatan besar melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Namun jelang rapat tersebut, harga sahamnya justru melemah dalam beberapa hari terakhir dari posisi tertingginya bulan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PANI terpantau turun dari penutupan akhir Agustus 2023 senilai Rp 3.770 menjadi Rp 3.320 pada penutupan perdagangan saham kemarin atau telah terjadi penurunan sebanyak 11,93%.
Baca Juga
Bursa Inggris Menguat Empat Hari Beruntun, Indeks FTSE 100 Melaju 0,41 persen
Agenda utama yang ditunggu-tunggu investor dari hajatan besar pada 15 September 2023 ini adalah persetujuan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue saham. Sedangkan target perolehan dana dari aksi koporasi tersebut berkisar Rp 9,4 triliun dengan rencana penerbitan maksimal sebanyak 8 miliar saham baru.
Nantinya dana tersebut dimanfaatkan untuk mengakuisi tujuh perusahaan PT Bumindo Mekar Wibawa (BMW), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), PT Jaya Indah Sentosa (JIS), PT Kemilau Karya Utama (KKU), PT Karunia Utama Selaras (KUS), PT Sumber Cipta Utama (SCU), dan PT Sharindo Matratama (SHM).
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam riset sebelumnya menyebutkan bahwa akusisi tersebut berpotensi menjadikan cadangan lahan (land bank) perseroan melompat menjadi sekitar 1.500 hektare, dibandingkan posisi saat ini berkisar 1.000 hektare di area PIK2. Aksi ini akan menjadi perusahaan sebagai pemegang mayoritas cadangan lahan di PIK2.
Baca Juga
Sedangkan valuasi saham PANI saat , menurut dia, telah mencapai premium dengan asumsi NAV perseroan mencapai Rp 121,4 triliun, dibandingkan dengan market cap berkisar Rp 50 triliun. Angka tersebut setara dengan diskon sekitar 58% terhadap NAV.
Hingga semester I-2023, perseroan membukukan penjualan properti (marketing sales) senilai Rp 2,13 triliun. Penjualan tersebut ditopang penjualan commercial land lot dan commercial products berkisar Rp 1,13 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih bertumbuh masing-masing menjadi Rp 919 miliar dan Rp 211 miliar hingga akhir Juni 2023.

