Prospek dan Target Saham PGN (PGAS) Direvisi Turun
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN direvisi turun dari Rp 1.800 menjadi Rp 1.399, meskipun terbuka pemulihan pascar peristiwa Gunvor. Revisi turun tersebut juga mempertimbangkan propek kinerja keuangan tahun 2024 yang lebih rendah dari perkiraan.
“Keraguan terhadap prospek kinerja keuanganPGAS meningkat akibat berbagai peristiwa belakangan ini, seperti insiden fore majure Gunver dan perubahan manajemen yang memicu penurunan harga saham PGAS sigfinikan,” tulis analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dan Laurencia Hiemas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
PGAS Angkat Suara Terkait Kabar Pembentukan Pansus DPR Soal Kontrak LNG
PGAS dan Gunvor sebelumnya menandatangani MSPA dan CN dengan tujuan PGAS akan menjual LNG tertentu dari portofolio Pertamina kepada Gunvor. Namun seiring berjalannya waktu, terjadi kondisi force majeure, yakni kendala yang menyebabkan tertundanya proses novasi portofolio LNG dari Pertamina ke PGAS. Hal ini berimbas terhadap terkendalanya pengiriman kargo LNG kepada Gunvor.
Meski menghadapi tantangan dari peristiwa Gunvor, Samuel Sekuritas, PGN masih memiliki sejumlah faktor penopang pemulihan kinerja keuangan, seperti posisi PGAS sebagai mitra utama Pertamina menempatkannya di posisi terdepan dalam persaingan untuk kontrak pengembangan energi ramah lingkungan di proyek ibu kota baru (IKN).
Pemulihan saham PGAS juga didukung target pertumbuhan volume niaga gas sebesar 3% tahun ini menjadi 960 bbtud. Peningkatan didukung tambahan pasokan dari proyek Jambaran Tiung Biru yang akan didistribusikan ke pelanggan PGAS di Pulau Jawa dan Sumatera.
Baca Juga
Siapkap Capex US$ 361 Juta, PGN (PGAS) Ungkap Sejumlah Target Ini
Penguatan saham PGAS juga didukung sentiment berakhirnya skema harga gas HGBT PGAS pada akhir 2024 memberikan keleluasaan untuk menjual gas dengan harga spot atau lebih tinggi dari harga Henry Hub.
Pergerakan saham PGAS juga akan didukung Kerjasama dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) untuk memperpanjang perjanjian jual beli gas (PJBG) hingga 2028, tanpa adanya perubahan dalam skemanya, sehingga PGAS dapat menjaga biaya dan margin gasnya.
PGAS secara strategis menawarkan Blok Fasken untuk dijual untuk membantu perusahaan fokus pada aset operasi yang ada dan mendapatkan uang tunai untuk akuisisi blok migas lainnya.
Baca Juga
PGAS Diklaim Punya Fundamental Bisnis Sangat Mumpuni, Ini Penjelasannya
“Meski ada potensi pemulihan pasca Gunvor, kami tetap memangkas turun target kinerja keaungan PGAS tahun ini didukung proyeksi pertumbuhan volume distribusi gas yang moderat,” terangnya.
Samuel Skeuritas merevisi turun target pendapatan tahun ini dari semula US$ 3,80 miliar menjadi US$ 3,71 miliar. Sedangkan proyeksi laba ebrsih direvisi naik dari US$ 264 juta menjadi US$ 276 juta. Kenaikan tersebut mempertimbangkan peningkatan margin EBITDA dan pemulihan pasca Gunvor.

