Spread Distribusi Gas Naik, Target Harga Saham PGN (PGAS) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – CGS International Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, seiring dengan estimasi peningkatan spread keuntungan pendistribusian gas.
CGS International Sekuritas merevisi naik target harga saham PGAS menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan add. Dengan harga penutupan saham PGAS Rp 1.590 pada perdagangan terakhir pekan ini, terbuka peluang penguatan 13,20%.
Baca Juga
SKK Migas Konfirmasi PGN Dapat Tambahan 2 Kargo LNG Tahun Ini
Analis CGS International Rut Yesika Simak dan Bob Setiadi mengatakan, perseroan berpotensi mencadtatkan penurunan volume pendistribusian gas akibat suplai dan permintaan yang belum seimbang, khususnya di Jawa Barat. Penurunan suplai yang tidak seimbang dengan permintaan mengubah bisnis distribusi gas PGAS.
Estimasi Kinerja Keuangan PGN
Kondisi tersebut berpotensi menekan volume pendistribusian gas PGN (PGAS) tahun 2024-2026 berkisar 3-6%. Sebaliknya spread pendistribusian gas berpotensi meningkat menjadi US$ 1,8-2 per mmbtu tahun 2024-2026.
Perseroan juga berpotensi mengerek naik total belanja modal tahun ini menjadi sekitar US$ 297 juta, dibandingkan perkiraan semula US$ 231 juta. Peningkatan sejalan dengan investasi baru pipanisasi minyak Cikampek-Plumpang.
Baca Juga
PGN (PGAS) Catat Lompatan Laba 40,69% Menjadi US$ 121,13 Juta
“Kenaikan spread pendistribusian gas mendorong kami merevisi naik target harga saham PGAS menjadi Rp 1.800,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, pekan ini.
Target harga tersebut menggambarkan peluang kenaikan laba bersih PGN (PGAS) menjadi US$ 368,9 juta tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai US$ 278,1 juta. Sebaliknya pendapatan perseroan diprediksi turun menjadi US$ 3,49 miliar tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu US$ 3,64 miliar.
Grafik Saham PGAS

